Harga Beras Turun, Pemerintah Kota Mojokerto Siapkan Langkah Antisipasi Jelang Ramadan

harianmerahputih.id
Dalam pasar murah selain beras kami telah menyediakan telur seharga Rp 27.500/kg, bawang merah Rp 20.000/ kg, dam bawang putih Rp 26.000/kg

MERAHPUTIH I KOTA MOJOKERTO  - Setelah sempat menembus angka Rp17.000 per kilogram, harga beras premium di Kota Mojokerto kini mengalami penurunan signifikan, mencapai kisaran Rp15.000-15.500. Penurunan ini disambut baik oleh masyarakat setempat, mengindikasikan adanya peningkatan pasokan dari petani ke penggilingan gabah.

Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, dalam pernyataannya pada Minggu (3/3), mengungkapkan rasa syukurnya atas penurunan harga beras. "Alhamdulillah, harga beras sudah mulai turun, semoga nanti setelah panen raya pasokan beras melimpah dan harganya kembali stabil," ujarnya.

Baca juga: Jatim Gelar 828 Titik Gerakan Pangan Murah, Khofifah Pastikan Harga Stabil

Meskipun harga beras menurun, Kuncoro juga mengingatkan bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga menjelang bulan Ramadan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Mojokerto tidak hanya fokus pada pasokan beras dalam pasar murah.

"Dalam pasar murah, selain beras, kami telah menyediakan telur seharga Rp 27.500/kg, bawang merah Rp 20.000/kg, dan bawang putih Rp 26.000/kg," jelasnya.

Baca juga: Mentan Klaim Stok Beras Aman, Gubernur Jatim Ungkap Distribusi Macet di Pasar

Untuk menjaga stabilitas pasokan beras premium, Pemerintah Kota Mojokerto telah memberikan instruksi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli beras melalui Pracangan TPID Koperasi Tri Madya.

"Kami sudah menginstruksikan ASN di Kota Mojokerto agar membeli beras melalui Pracangan TPID Koperasi Tri Madya. Harapannya, beras yang ada di pasaran dan di minimarket benar-benar khusus untuk masyarakat," tambahnya.

Baca juga: Khofifah Desak Percepatan Distribusi Beras SPHP di Pasar Tradisional

Meskipun harga beras mulai turun, harga beras premium masih melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sebagai solusi tengah, Pemerintah Kota Mojokerto akan mengambil langkah untuk mengusulkan penyesuaian HET melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan masyarakat Kota Mojokerto dapat menghadapi masa-masa mendatang, terutama jelang Ramadan, dengan lebih tenang dan terjaminnya pasokan bahan pokok. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru