Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kota Probolinggo: Menuju Kota Logistik yang Tangguh dan Berkelanjutan

harianmerahputih.id
Agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Kota Probolinggo resmi dibuka oleh Penjabat Wali Kota Nurkholis pada Kamis (21/3) pagi di Puri Manggala Bhakti

MERAHPUTIH I KOTA PROBOLINGGO - Dengan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, Agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Probolinggo resmi dibuka hari ini di Puri Manggala Bhakti. Penjabat Wali Kota Nurkholis memimpin acara ini bersama Sekda drg. Ninik Ira Wibawati serta Kepala Bakorwil V Jember, Nana Fadjar Prijantoro. Fokus musyawarah ini adalah membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045.

Dalam sambutannya, Pj Nurkholis menjelaskan visi Kota Probolinggo untuk tahun 2025-2045, yang bertujuan menjadikan kota tersebut sebagai pusat logistik yang tangguh, maju, dan berkelanjutan. Dia menekankan pentingnya keselarasan arah pembangunan dengan visi tersebut.

Baca juga: Gubernur Khofifah: Bersama, Kita Bisa Wujudkan Indonesia Bebas Sampah di 2029

"Mulai hari ini, kita harus memikirkan langkah-langkah menuju visi tersebut. Semua kegiatan pembangunan harus mendukung visi Kota Probolinggo sebagai pusat logistik," ujarnya, Kamis (21/3).

Selain visi tersebut, telah ditetapkan 5 misi pendukung, termasuk sumber daya manusia unggul, masyarakat mandiri dan sejahtera, transformasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan, pemerintahan yang adaptif dan pelayanan publik prima, serta integrasi infrastruktur, konektivitas, dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Baca juga: Pendopo Agung Ngadisari Diresmikan, Gubernur Jatim Dorong Penguatan Budaya dan Pariwisata Tengger

Musrenbang kali ini mengusung tema "Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Kemandirian Daerah Melalui Penguatan Ekonomi Inklusif yang Didukung Pemenuhan Infrastruktur". Pj Nurkholis mengidentifikasi ketimpangan pendapatan sebagai salah satu permasalahan utama yang perlu ditangani, terutama mengingat angka Gini Ratio Kota Probolinggo yang meningkat menjadi 0.347 dari data awal tahun 2018 sebesar 0.311.

"Kita harus menyelesaikan ketimpangan pendapatan ini agar hasil pembangunan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat secara merata," pesannya.

Baca juga: Nurkholis Akhiri Masa Jabatan sebagai Pj Bupati Pasuruan, Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

Kepala Bakorwil V Jember, yang mewakili Pj Gubernur Jawa Timur, menyampaikan data pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang menjadi penyumbang terbesar kedua dalam perekonomian nasional.

"Jawa Timur telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, yang menjadi dorongan bagi perekonomian nasional," katanya.(red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru