MERAHPUTIH I SEMARANG - Sebuah peristiwa tragis kembali mengguncang masyarakat Indonesia, kali ini melibatkan bus Rosalia Indah yang mengalami kecelakaan maut di ruas Tol Semarang-Batang, tepatnya di KM 370 wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Kamis pagi yang gelap(11/4).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Satake Bayu Setianto, mengkonfirmasi kecelakaan mematikan ini. Menurutnya, kecelakaan tragis ini terjadi ketika bus Rosalia Indah, yang sedang dalam perjalanan dari arah barat ke timur, menuju Semarang dari Jakarta, tiba-tiba keluar dari jalur yang seharusnya dan terjun ke parit di sisi kiri jalan.
Baca juga: Polisi Beber Fakta Baru, Bus RSBS Jember Tabrak Tebing Tanpa Jejak Pengereman
"Dugaan sementara menyatakan bahwa sopir bus Rosalia Indah mengantuk, yang kemudian menyebabkan kendaraan tersebut keluar dari jalur yang benar," ungkap Satake.
Baca juga: Gubernur Khofifah Besuk Korban Kecelakaan di Jember, Serahkan Santunan
Bus yang berplat nomor AD 7019 OA itu, pada saat kecelakaan, membawa 34 penumpang, termasuk sopir dan kondektur. Namun, nasib tragis menimpa tujuh penumpang yang tak berdosa, mereka kehilangan nyawa mereka dalam kecelakaan itu. Jenazah ketujuh korban meninggal dunia tersebut dievakuasi ke RS Islam Weleri, Kabupaten Kendal, untuk proses identifikasi dan penguburan selanjutnya.
Selain ketujuh korban meninggal, sebanyak 15 penumpang lainnya juga mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut. Mereka segera dilarikan ke berbagai rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Baca juga: Gubernur Khofifah Takziah, Serahkan Santunan dan Dorong Evaluasi Jalur Rawan di Probolinggo
Kecelakaan ini menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan juga masyarakat luas. Para penyintas dan keluarga korban tentu akan menghadapi proses penyembuhan fisik dan psikologis yang panjang. Sementara itu, pihak berwenang diharapkan dapat mengusut tuntas penyebab pasti kecelakaan ini agar langkah-langkah pencegahan yang lebih baik dapat diambil untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. Semoga para korban yang meninggal dapat beristirahat dengan tenang, dan para penyintas dapat pulih dengan cepat. (red)
Editor : prass prasetyo