MERAHPUTIH I SURABAYA -Sebuah kecelakaan maut melibatkan bus pariwisata Bimario yang mengangkut rombongan study tour dari SMP PGRI 1 Wonosari, Malang, terjadi di KM 695+400A ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) pada hari ini. Kecelakaan ini menyebabkan dua penumpang tewas dan 15 orang lainnya mengalami luka-luka.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan bus yang membawa siswa-siswi dalam kegiatan study tour pada tahun 2024. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Dalam pernyataannya usai pelantikan Kwarda Pramuka Jawa Timur, Rabu (22/5/2024), Adhy menegaskan akan segera melakukan evaluasi terhadap keamanan study tour yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
"Tentu saya sangat merasa prihatin ya kecelakaan terjadi. Padahal baru saja kita mendengar, melihat kecelakaan yang sudah terjadi beberapa waktu terakhir. Ini jadi bagian kita menjadi evaluasi," ujar Adhy.
Adhy menjelaskan bahwa kebijakan mengenai study tour, terutama di tingkat SMP dan SD, berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Dia menekankan pentingnya keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Beberapa bupati dan wali kota punya kebijakan masing-masing. Ya kegiatan study tour itu penting, tetapi hal itu harus memperhatikan keselamatan dan keamanan," jelasnya.
Untuk menghindari kecelakaan serupa, Adhy menyebutkan bahwa Dinas Pendidikan Jawa Timur (Disdik Jatim) sudah melakukan berbagai langkah terkait evaluasi study tour. Selain itu, Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) juga terus melakukan pengecekan rutin terhadap kelayakan kendaraan melalui uji kir.
"Lakukan study tour secara profesional dengan pemilihan jasa transportasi yang berkualitas, berstandar, dan tidak mencari-cari medan yang sulit. Yang paling penting adalah transfer ilmu di lapangan," ujarnya.
Adhy juga menambahkan bahwa Dishub Jatim sudah rutin memeriksa kir, terutama saat periode lebaran, untuk memastikan semua kendaraan layak jalan. Namun, dia mengakui bahwa kecelakaan bisa terjadi karena berbagai faktor, baik itu kondisi kendaraan maupun kesalahan manusia.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Kalau Dishub Jatim sudah rutin memeriksa kir, apalagi pas lebaran sudah dilakukan rutin uji kir-nya. Ini tentunya memang tidak bisa masif semua, kan kecelakaan bisa faktor kendaraan atau human error," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto juga menyatakan keprihatinannya. Dia mengingatkan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan agar berhati-hati, mengingat kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat sebelumnya.
Untuk itu, Irjen Pol Imam Sugianto memerintahkan Dirlantas Polda Jatim untuk segera mengumpulkan para pemilik perusahaan otobus, organda, dan pengelola travel bus. Mereka akan diajak berbicara untuk memastikan SOP dijalankan dengan baik dan kendaraan yang tidak layak di-grounded.
"Dicek betul, kemudian diajak bicara, SOP kita refresh kembali, kalau bus sudah tidak layak sebaiknya di-grounded. Kalau itu bisa disepakati, angka kecelakaan bisa kita tekan seminimal mungkin. Kita cek, kita akan tangani. Kalau supirnya ada kelalaian akan kita proses tegas," ungkap Imam Sugianto.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Imam juga mengimbau agar perusahaan bus melakukan ramp check secara rutin sehingga kondisi fisik kendaraan dan supir selalu dalam kondisi prima.
"Mohon kepedulian terhadap kondisi fisik kendaraan betul-betul seperti ramp check, kondisi supir, kendaraan sudah tua-tua itu betul-betul dilakukan cek and re-cek, dan final cek. Agar kecelakaan seperti di Jombang pagi tadi tidak terulang," pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan study tour dan perlunya peningkatan pengawasan serta evaluasi yang ketat terhadap kelayakan kendaraan yang digunakan. (red)
Editor : prass prasetyo