Emil Elestianto Dardak Serukan Diplomasi Air dan Inovasi Teknologi dalam World Water Forum 2024 di Bali

harianmerahputih.id
Presiden EAROPH (Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements) International, Emil Elestianto Dardak

MERAHPUTIH I SURABAYA – Presiden EAROPH (Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements) International, Emil Elestianto Dardak, menjadi salah satu pembicara utama dalam sesi kesimpulan World Water Forum 2024 di Bali. Dalam forum prestisius tersebut, Emil mengangkat isu pentingnya diplomasi air dan inovasi teknologi sebagai kunci dalam mengatasi tantangan air dan sanitasi global.

Emil Dardak, yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, ditunjuk untuk memberikan laporan sintesis pada sesi synthesis report sebelum penutupan World Water Forum. Dalam pidatonya, Emil menekankan perlunya pendekatan berbasis Asia Pasifik untuk menyelesaikan masalah air yang kompleks di kawasan tersebut.

Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat

"Kami semakin terdorong oleh kesempatan untuk berbagi perspektif spesifik tentang Asia Pasifik dan APGG, Badan Koordinasi Pemerintah Global Asia Pasifik," ujar Emil Dardak dalam keterangannya pada hari Senin (27/5/2024). Emil menggarisbawahi pentingnya keadilan dan inklusi sosial dalam mencapai tujuan air dan sanitasi yang berkelanjutan.

Sebagai mantan Co-President UCLG (United Cities and Local Governments) Asia Pasific periode 2016-2018, Emil memiliki pengalaman luas dalam diplomasi dan kerjasama internasional. Ia menyoroti upaya diplomasi yang telah diinisiasi oleh UCLG Asia Pasifik, khususnya di negara-negara sepanjang Sungai Mekong.

"Diplomasi air dapat membantu mengatasi masalah lintas batas," tegas mantan Bupati Trenggalek ini.

Selain diplomasi, Emil juga menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam menghadapi tantangan air. Ia menyampaikan aspirasi pemerintah daerah anggota Asia Pasifik untuk memperkuat upaya global dalam mendorong inovasi teknologi air dan meningkatkan kegiatan penelitian serta pengembangan di bidang tersebut.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

"Pentingnya memperkuat upaya global untuk mendorong inovasi dalam teknologi air, termasuk meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan," ujar Emil.

Dalam pidatonya, Emil juga menekankan pendekatan berbasis masyarakat dalam pengurangan risiko bencana terkait air.

"Upaya pengurangan risiko bencana yang berpusat pada masyarakat sangat penting untuk memastikan ketahanan dan keberlanjutan," tambahnya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Menutup pernyataannya, Emil menyampaikan dukungan terhadap usulan Indonesia untuk mengadakan forum lanjutan.

"Forum ini menjadi ajang penting bagi para pemimpin daerah dan pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam mencari solusi atas tantangan global terkait air dan sanitasi," pungkasnya.

Dengan pernyataan yang penuh semangat ini, Emil Elestianto Dardak menggarisbawahi komitmen kuat Asia Pasifik dalam menghadapi tantangan air dan sanitasi, serta peran penting diplomasi dan inovasi teknologi dalam mencari solusi yang berkelanjutan. World Water Forum 2024 di Bali menjadi platform yang ideal untuk membahas dan merumuskan langkah konkret dalam upaya global menuju pengelolaan air yang lebih baik.(red) 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru