Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Pj Gubernur Adhy Ajak Perangi Narkoba dengan Prinsip Kasih Sayang

harianmerahputih.id
(Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Gedung Kesenian Cak Durasim, Surabaya pada Rabu (26/6)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang mengusung tema 'Masyarakat Bergerak Bersama Melawan Narkoba Mewujudkan Indonesia Bersinar' di Gedung Kesenian Cak Durasim, Surabaya pada Rabu (26/6). Acara ini juga  dihadiri oleh pelajar SMP, SMA/SMK, serta mahasiswa.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Adhy Karyono mengajak seluruh komponen pemerintah, pendidik, dan masyarakat untuk bekerja sama dan bersatu memerangi narkoba. Ia menekankan pentingnya mengadopsi pendekatan berbasis bukti ilmiah dengan memprioritaskan pencegahan dan pengobatan dalam upaya mewujudkan Jawa Timur bebas narkoba.

Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya

"Mari kita tingkatkan upaya memerangi masalah narkoba berdasarkan prinsip ilmu pengetahuan, kasih sayang, dan solidaritas," ujar Adhy.

Adhy menjelaskan bahwa permasalahan narkoba tidak hanya mengancam individu tetapi juga merusak tatanan sosial dan keberlanjutan pembangunan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil kebijakan dengan mengutamakan pencegahan dan penanggulangan narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

“Selain itu, juga ada Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur Nomor 49 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jatim Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2022-2024,” tambah Adhy.

Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami

Tim Terpadu tersebut bertugas menyusun rencana aksi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, serta mengkoordinasikan, mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi pelaksanaan fasilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Adhy menekankan pentingnya implementasi regulasi yang nyata dalam upaya melawan narkoba dan menyelamatkan generasi muda, termasuk mereka yang sedang menjalani rehabilitasi.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Brigjend Pol Mohamad Aris Purnomo, menyebutkan bahwa setiap tahun jumlah kasus narkoba di Jawa Timur menempati posisi tertinggi kedua di Indonesia dengan jumlah 5.000-6.000 kasus. Hal ini menjadi keprihatinan bersama, dan Aris mengajak seluruh komponen untuk bergerak bersama-sama dalam memerangi narkoba.

BNN Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai langkah, di antaranya pembentukan 71 Desa/Kelurahan Bersinar hingga Juni 2024, dengan tujuan agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan daya tangkal yang kuat terhadap penyalahgunaan narkotika. Bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat juga telah mengkampanyekan dan menggiatkan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan jumlah peserta mencapai 8.711 orang, serta program deteksi dini tes urine di berbagai lingkungan dengan total 21.885 peserta.

Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat

Terkait upaya rehabilitasi, Aris lebih mengedepankan intervensi di lingkungan komunitas masyarakat atau yang dikenal sebagai Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Di BNN Provinsi Jawa Timur, telah terbentuk 36 unit IBM yang seluruhnya berada dalam fase tumbuh, serta 45 lembaga rehabilitasi yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BNN Provinsi Jawa Timur.

"Di BNNP Jawa Timur telah terbentuk 36 unit IBM yang seluruhnya pada fase tumbuh. Selain itu ada 45 lembaga rehabilitasi yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BNN Provinsi Jatim," tutupnya. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru