MERAHPUTIH I SIDOARJO - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono meninjau dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur pada Kamis (11/7). Tinjauan ini dilakukan di UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang - Lembaga Tembakau (PSMB-LT) Surabaya dan UPT Industri Logam dan Perekayasaan Sidoarjo.
Dalam kunjungannya, Pj. Gubernur Adhy didampingi oleh Kepala Disperindag Jatim, Iwan. Mereka meninjau berbagai fasilitas yang tersedia dan menyapa seluruh pegawai yang bertugas.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Pj. Gubernur Adhy menyatakan bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk memastikan bahwa UPT-UPT tersebut memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. "Kami pastikan supaya masyarakat yang bersentuhan langsung merasakan bahwa memang kita punya sebuah layanan yang prima dan baik untuk masyarakat," kata Adhy.
Kedua UPT ini memiliki berbagai fasilitas, termasuk laboratorium. UPT PSMB-LT, yang digunakan untuk pengujian mutu dan sertifikasi produk, dilengkapi dengan salah satu alat penguji mutu barang tercanggih di Indonesia.
"Tahun kemarin kita sudah membeli mesin yang cukup canggih dan kabarnya ini tercanggih di Indonesia. Jadi ini harus kita pertahankan," ungkapnya.
Adhy juga menyoroti pentingnya alat-alat pengujian yang lengkap, terutama untuk pupuk. "Sehingga Kementerian Pertanian saja menguji semua produknya di sini dan ini potensinya sangat luar biasa," tambahnya.
Selama tinjauan, Adhy mengidentifikasi alat dan mesin yang perlu direvitalisasi untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat. "Tadi kita lihat juga mana yang masih harus diperbaharui lagi teknologinya," ujarnya.
Lebih lanjut, Adhy menjelaskan rencana untuk memperluas layanan UPT ini agar dapat melayani secara nasional. Saat ini, peraturan gubernur hanya mengatur layanan untuk masyarakat di Jawa Timur.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Karena Pergubnya itu masih untuk Jawa Timur, kami akan buka untuk bisa melayani nasional. Karena kebutuhan wilayah timur belum ada lab seperti ini, dan itu sangat potensial permintaannya," jelasnya.
Di UPT Industri Logam dan Perekayasaan Sidoarjo, Adhy meninjau mesin-mesin penghasil suku cadang dan berbincang dengan beberapa pegawai. Dia mengupayakan penyediaan bahan baku untuk menunjang proses produksi, yang pada gilirannya akan memungkinkan pembelian mesin yang lebih canggih.
“Saya harap tidak hanya jasa yang ditawarkan, tapi juga nantinya mampu bekerja sama dengan perusahaan yang lebih besar,” kata Adhy. “Kalau bisa memproduksi kenapa tidak, nanti uangnya masuk ke pembiayaan lainnya,” imbuhnya.
UPT Industri Logam dan Perekayasaan Sidoarjo bertugas dalam pelayanan teknis, pembinaan, alih teknologi, perekayasaan, pengembangan desain, menyediakan sarana usaha industri, ketatausahaan, dan pelayanan masyarakat.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Di sela-sela kunjungannya, Pj. Gubernur Adhy juga berbincang langsung dengan peserta pelatihan operator mesin perkakas industri yang sedang menjalani pendidikan selama satu tahun.
“Saya berterima kasih kepada adik-adik karena sudah mendaftar di UPT ini, yang mana orientasinya upayakan untuk belajar dan praktek dengan baik, ambil peluang sebanyak mungkin,” tambah Adhy.
“Kami ingin UPT ini menjadi lebih profesional. Sehingga kontribusinya lebih luas. Hal ini tentunya didorong oleh industri manufaktur yang semakin besar di Jawa Timur, dimana sekarang sudah mencapai 31 persen. Ini menunjukkan industri manufaktur Jatim maju,” pungkasnya. (red)
Editor : prass prasetyo