MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program inovatif untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan satu ambulans di setiap kelurahan. Program ini bertujuan mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) secara gratis.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajrihatin, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisasi seluruh ambulans swadaya milik masyarakat yang dapat mendukung pelaksanaan program ini.
Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota
"Kami sedang menginventarisasi jumlah ambulans yang ada di masyarakat. Insyaallah, kami juga akan memberikan bantuan seperti bahan bakar minyak (BBM), dengan syarat ambulans tersebut benar-benar digunakan untuk membantu antar-jemput warga secara gratis," kata Anna, Senin (15/7/2024).
Anna menambahkan bahwa ambulans milik Pemkot dan swadaya masyarakat nantinya akan diintegrasikan dengan layanan Command Center (CC) 112. Melalui layanan ini, ambulans akan diarahkan sesuai permintaan warga di setiap wilayah kelurahan yang membutuhkan.
"Sistem ini akan mempermudah pembagian tugas ambulans antar kelurahan. Jadi ambulans-nya sudah ada, kami hanya perlu memperbaiki sistem menjadi terpusat melalui CC 112. Insyaallah, layanan ini akan diluncurkan oleh Pak Wali Kota Eri Cahyadi pada 22 Juli 2024," ujarnya.
Selama ini, layanan ambulans dari Dinsos dan Dinas Kesehatan saling mendukung dalam melayani warga. Dengan adanya sistem terpusat ini, diharapkan layanan antar-jemput pasien menjadi lebih efisien dan tepat waktu.
"Program ini penting agar tidak ada warga yang menunggu terlalu lama, dan penjemputan setelah selesai berobat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya dapat segera dilakukan," terang Anna.
Anna menjabarkan jumlah layanan ambulans baik oleh swadaya masyarakat maupun pemerintah kota per tanggal 10 Juli 2024. Terdapat 93 unit ambulans swadaya masyarakat, 56 unit dari Dinsos, dan 97 unit dari Dinkes Surabaya.
"Jadi, 153 kelurahan di Surabaya sudah terpenuhi, masing-masing sudah memiliki ambulans. Tinggal sistemnya yang akan terpadu," kata Anna.
Baca juga: Jagat Maya Bergejolak, Pemuda Pancasila Surabaya Geram terhadap Konten Bermuatan SARA
Data Dinsos Surabaya mencatat, pada bulan Juni 2024, ambulans Dinas Sosial telah melayani 142 kali antar-jemput jenazah dan 1.065 kali antar-jemput pasien. Pelayanan pasien kontrol dan terapi ke rumah sakit dilakukan dalam dua shift, dengan rata-rata 3 hingga 4 kali dalam sebulan.
Anna berharap layanan 1 kelurahan 1 ambulans ke depan dapat lebih mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit atau Fasyankes.
"Pak Wali Kota Eri selalu mendorong semangat gotong royong. Program ini adalah hasil gotong royong antara masyarakat dan pemerintah," pungkasnya. (red)
Editor : prass prasetyo