MERAHPUTIH I SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengakui bahwa kendala yang dihadapi pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2023. Meskipun demikian, beberapa masalah klasik seperti zonasi, domisili, dan jarak rumah masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan PPDB tahun ini.
“Persoalan pasti ada. Namun yang penting adalah apa yang harus kita lakukan, solusi melalui inovasi sistem maupun pendekatan-pendekatan tertentu,” ujar Adhy Karyono usai menerima kunjungan kerja (kunker) spesifik Komisi X DPR RI bidang pendidikan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (26/7).
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
Senada dengan Pj Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, juga memberikan pandangan terkait pelaksanaan PPDB tahun ini. Aries menuturkan bahwa pelaksanaan PPDB 2024 berjalan relatif baik dengan 90 persen proses terlaksana sesuai harapan.
“Terkait pelaksanaan PPDB tahun 2024, alhamdulillah secara keseluruhan 90 persen baik. Barometernya adalah setiap tahun kami sering menghadapi demo maupun protes. Tahun 2024 tidak satu pun demo terkait PPDB terjadi,” ungkap Aries.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Menurut Aries, keberhasilan ini tidak terlepas dari langkah tegas yang diambil oleh pihaknya bersama Pj Gubernur dalam menerapkan prosedur penyelenggaraan PPDB. Ia juga menekankan pentingnya mengurangi intervensi dalam proses PPDB untuk menjaga integritas dan kelancaran sistem.
“Oleh karena itu, untuk menanggulangi intervensi tersebut, kami melakukan penguatan regulasi di setiap wilayah. Termasuk sosialisasi sebelum pelaksanaan PPDB, baik kepada operator sekolah maupun orang tua,” pungkas Aries.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimis dapat terus memperbaiki pelaksanaan PPDB di masa mendatang, sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. (red)
Editor : prass prasetyo