Suara Dukungan dari Medan: Kisah Pengorbanan Suporter Senam Jawa Timur di PON XXI 2024

harianmerahputih.id
Pendukung Jatim yang didatangkan dari Surabaya terus memberikan dukungan kepada atlet-atlet

MERAHPUTIH I MEDAN - Meninggalkan kenyamanan rumah dan rutinitas malam yang biasanya diisi dengan istirahat, Surahman bersama puluhan rekannya memilih jalan yang berbeda. Mereka menggantikan kehangatan tempat tidur dengan deru mesin dan guncangan bus selama empat hari tiga malam. Dari Surabaya menuju Medan, perjalanan mereka bukan sekadar wisata, melainkan sebuah misi penting: mendukung tim senam Jawa Timur di ajang PON XXI 2024 yang digelar di Aceh-Sumatera Utara.

"Kami ini suporter untuk cabang olahraga senam atlet Jawa Timur, Samsul Arifin dan Salsabila Hadi Pamungkas. Setiap cabang olahraga yang diikuti atlet Jawa Timur pasti ada pendukungnya, dan ada juga koordinatornya," ujar Surahman saat berbicara tentang alasan kehadirannya di Medan.

Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya

Tiba di Medan pada 27 Agustus 2024, Surahman mengaku ini adalah kali pertama ia dan rombongan suporter menginjakkan kaki di ibukota Sumatera Utara. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa ini bukan pengalaman pertama mereka dalam mendukung atlet Jawa Timur di ajang PON.

“Setiap kali ada PON, kami pasti berangkat ke kota atau daerah di mana PON berlangsung, asalkan atlet Jawa Timur bertanding,” jelasnya.

Terkait anggaran dan biaya akomodasi, Surahman mengungkapkan bahwa semuanya dilakukan secara patungan. Mereka rela melakukan perjalanan jauh semata-mata demi mendukung para atlet, tanpa motivasi lain.

“Tentu saja, ada juga yang membantu kami, memberikan dukungan dalam bentuk makanan, minuman, atau bahkan sekadar dorongan moril, terutama dari orang-orang yang memiliki ikatan dengan Jawa Timur, meskipun mereka sudah lama menetap di daerah ini,” tambahnya.

Dari Surabaya, mereka menyewa dua bus besar dengan kapasitas 36 orang per bus. Satu bus berangkat ke Medan, sementara bus lainnya menuju Aceh. Mereka tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga untuk memberikan semangat langsung kepada para atlet.

Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami

"Kami ingin menunjukkan bahwa kami selalu ada di belakang mereka, apapun yang terjadi," tegasnya.

Di Medan, rombongan suporter ini telah menyewa sebuah ruko di Jalan M. Yamin yang diubah menjadi markas sementara. Di tempat ini, mereka menghabiskan hari-hari selama PON berlangsung, penuh dengan suara riuh rendah saat mereka mempersiapkan spanduk hingga makanan sederhana. Suasana kekeluargaan sangat terasa di ruko tersebut. Setiap anggota suporter saling membantu, berbagi cerita, dan menyusun strategi untuk mendukung atlet sebaik mungkin. Bagi mereka, setiap sorak dan teriakan dukungan adalah energi tambahan bagi para atlet yang berlaga di arena.

"Mereka berjuang di atas matras, kami berjuang di sini. Setiap langkah mereka adalah harapan kami, setiap lompatan mereka adalah mimpi yang kami titipkan," lanjut Surahman dengan penuh semangat.

Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat

Keberadaan para suporter ini tidak hanya menjadi saksi perjuangan para atlet, tetapi juga menjadi kisah inspiratif tentang pengorbanan dan ketulusan. Mereka datang dengan harapan dan doa agar setiap langkah yang mereka tempuh dan setiap pengorbanan yang mereka lakukan akan berbuah manis dengan gelar juara untuk Jawa Timur.

Dan harapan itu terwujud. Tim senam Jawa Timur berhasil menjadi juara umum di PON XXI 2024 dengan meraih tiga medali emas, empat medali perak, dan dua medali perunggu dari 14 nomor yang diperlombakan. Samsul Arifin meraih emas di nomor gelang-gelang, sementara Salsabila Hadi Pamungkas mempersembahkan dua medali emas dari nomor meja lompat dan lantai.

Di akhir cerita, Surahman tersenyum meski kelelahan masih tampak di wajahnya. "Di Medan, kami semua adalah saudara yang bersatu untuk tujuan yang sama. Demi Jawa Timur, demi kebanggaan kami semua," pungkasnya, mengakhiri kisah perjuangan yang penuh arti ini. (pon) 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru