MERAHPUTIH I SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur resmi dilantik untuk periode 2024-2029 dalam sebuah acara yang diadakan di Hotel Vasa Surabaya, RABU (2/10).
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Pelantikan yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Fadli Zon, menandai tonggak baru bagi HKTI Jatim. Arum Sabil terpilih sebagai Ketua DPD HKTI Jatim, sementara Khofifah Indar Parawansa menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat, serta Prof Ir Achmad Subagjo dari Universitas Jember sebagai Ketua Dewan Pakar.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyoroti peran krusial HKTI Jatim dalam memperkuat sektor pertanian di provinsi tersebut.
"Di bawah kepemimpinan Arum Sabil, saya yakin HKTI Jatim dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani," kata Fadli.
Ia juga menyampaikan salam dari Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina DPN HKTI, yang juga berharap agar HKTI Jatim bisa terus berkembang di bawah kolaborasi dengan Khofifah dan Arum Sabil.
Fadli menekankan pentingnya peran HKTI dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Pak Prabowo memiliki visi besar untuk memajukan pertanian Indonesia, dan dengan dukungan HKTI Jatim, kami optimis untuk mencapai swasembada pangan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Fadli juga membahas isu stunting yang masih menjadi tantangan bagi bangsa. Ia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki gizi masyarakat melalui peningkatan produksi pangan bergizi.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Jawa Timur memiliki peran penting dalam produksi pangan nasional, khususnya padi dan jagung. Sebagai penyumbang terbesar padi dan jagung, Jatim menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan Indonesia," jelas Fadli, menekankan pentingnya potensi Jawa Timur sebagai lumbung pangan.
Sementara itu, Arum Sabil mengakui masih adanya tantangan dalam sektor pertanian Jawa Timur, terutama terkait harga jual hasil panen yang kerap tidak menguntungkan petani.
"Salah satu masalah utama adalah bagaimana hasil panen yang melimpah tidak selalu diiringi dengan nilai jual yang baik," katanya. Ia menekankan perlunya sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk melindungi petani dari produk impor murah yang dapat merusak harga pasar lokal.
Selain proteksi terhadap petani, Arum juga menyoroti pentingnya promosi produk-produk pertanian lokal yang berkualitas dan sehat untuk dikonsumsi.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Pertanian bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga bagaimana kita menyediakan pangan yang sehat dan halal,” tegas Arum, menutup sambutannya.
Dengan pelantikan ini, HKTI Jatim diharapkan mampu terus berinovasi dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Jawa Timur, serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (red)
Editor : prass prasetyo