BPBD Jatim Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana untuk Jurnalis Tangguh

harianmerahputih.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana dengan tema "Jurnalis Tangguh Bencana" di K Gallery Hotel, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kamis (3/4)

 

MERAHPUTIH I PASURUAN – Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, terutama saat memasuki musim hujan. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai kebencanaan dan upaya penanggulangannya menjadi krusial, terutama bagi para jurnalis yang kerap berada di garis depan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Dalam rangka meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana dengan tema "Jurnalis Tangguh Bencana" di K Gallery Hotel, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari 3 hingga 4 Oktober 2024 ini, diikuti oleh 80 wartawan yang tergabung dalam Pokja Grahadi dan Pokja Inrapura.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPBD untuk membekali jurnalis dengan pengetahuan dan keterampilan terkait kebencanaan.

"Jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mendidik masyarakat tentang bencana. Oleh karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana cara menghadapi dan melaporkan bencana secara tepat," ungkapnya.

Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli, di antaranya Prof. Dr. Hotman Siahaan, pakar sosiologi dari Universitas Airlangga, yang membawakan materi berjudul "Disaster Journalism Community sebagai Kesadaran Sosiologis akan Upaya Pengurangan Risiko Bencana". Hotman menekankan bahwa jurnalis tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

"Jurnalisme harus memiliki peran aktif dalam proses mitigasi bencana. Jurnalis yang tangguh tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga mendidik masyarakat agar siap dan tanggap dalam menghadapi bencana," tutur Hotman.

Selain itu, Rachmad Subekti Kimiawan, seorang praktisi kebencanaan, membawakan materi mengenai "Positive Mental Attitude (PMA) dan Pengenalan Stressor dalam Kondisi Darurat (Survival)". Ia menekankan pentingnya sikap mental positif saat menghadapi situasi darurat, serta bagaimana memprioritaskan langkah-langkah penting untuk bertahan hidup dalam kondisi bencana.

Dalam sambutannya, Gatot Subroto juga mengingatkan bahwa memasuki musim hujan, Jawa Timur harus lebih waspada terhadap potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor. BPBD Jawa Timur telah memetakan wilayah-wilayah rawan bencana dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Kami telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur untuk mempersiapkan peralatan penyelamatan dan logistik di titik-titik rawan banjir dan longsor. Semua posko darurat sudah disiapkan untuk memudahkan evakuasi dan tanggap darurat. (red) 

 

 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru