Majapahit Warrior Underwater: Mengenalkan Kejayaan Majapahit di Wisata Bawah Laut Bangsring

harianmerahputih.id
Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meresmikan "Majapahit Warrior Underwater" ditandai dengan meletakkan patung Patih Gadjah Mada, Kamis (10/10)

MERAHPUTIH I BANYUWANGI - Bangsring Underwater, sebuah destinasi wisata bawah laut di Banyuwangi, kini memiliki daya tarik baru. Kamis (10/10/2024), Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono,  meresmikan "Majapahit Warrior Underwater" ditandai dengan meletakkan patung Patih Gadjah Mada, salah satu tokoh legendaris dari Kerajaan Majapahit, sebagai bagian dari pengembangan wisata bawah laut di kawasan ini. Tidak hanya patung Gadjah Mada, 17 patung replika dari kerajaan Majapahit lainnya turut menghiasi bawah laut Bangsring. t

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat daya tarik wisata di Bangsring Underwater, yang sebelumnya dikenal dengan keindahan biota laut, penangkaran hiu, dan terumbu karangnya. Dengan hadirnya patung-patung ini, diharapkan wisatawan akan mendapatkan pengalaman unik ketika melakukan snorkeling dan diving. Selain itu, kawasan ini juga akan menjadi tempat edukasi mengenai lingkungan laut dan sejarah.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Ini adalah ikon pariwisata baru di Jawa Timur,” ungkap Adhy Karyono saat meresmikan diorama bawah laut bertema Majapahit. Patung-patung ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata tetapi juga sarana edukasi, mengingat Majapahit dikenal sebagai simbol kejayaan Nusantara di masa lalu.

Kerajaan Majapahit yang berkembang pada abad ke-13 hingga ke-16 menjadi inspirasi utama dalam proyek ini. Dengan pusat kekuasaan di wilayah Jawa Timur, kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Kisah kejayaan Majapahit, terutama di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gadjah Mada, menjadi salah satu alasan tema ini diangkat untuk diorama bawah laut.

Menurut Adhy, tema Majapahit dipilih karena pentingnya nilai sejarah yang dapat ditransfer kepada generasi muda melalui media pariwisata.

“Ini sekaligus pengingat bahwa Jawa Timur adalah Bumi Majapahit. Dengan adanya patung-patung ini, wisatawan akan disuguhkan kisah kejayaan Majapahit yang memerintah Nusantara,” tambahnya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, menambahkan bahwa Banyuwangi memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari wilayah Majapahit. Keberadaan Bangsring, yang terletak di jalur strategis penghubung Jawa dan Bali, semakin memperkuat keterkaitan antara masa lalu dan potensi wisata masa kini.

Langkah ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

“Dari tahun 2023 hingga September 2024, kunjungan wisatawan ke Jawa Timur naik sebesar 77,33 persen. Sektor pariwisata seperti ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” jelas Evi. 

Dipilihnya Bangsring Underwater sebagai lokasi proyek ini karena keunikan manajemennya yang sudah terkenal baik di kancah nasional maupun internasional. Dengan adanya proyek ini, Bangsring diharapkan semakin dikenal dan menjadi destinasi unggulan di Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Peresmian ini juga dihadiri oleh Konjen Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi, serta jajaran pejabat Pemprov Jatim dan Pemkab Banyuwangi. 

 ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-79 Jawa Timur, yang diharapkan tidak hanya memperkaya potensi pariwisata, tetapi juga menjadi ikon sejarah dan budaya yang akan terus diingat oleh generasi mendatang. (red) 

 

 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru