Optimisme dan Penghargaan Pj. Gubernur Jatim untuk Kinerja Bapenda dalam Meningkatkan Pendapatan Daerah

harianmerahputih.id
Malam Resepsi Peringatan HUT ke-62 Bapenda Jatim yang berlangsung di Kantor Bapenda, Surabaya, Sabtu malam (2/11).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi seluruh jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur, termasuk 35 UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Momentum penghargaan ini diberikan Adhy dalam Malam Resepsi Peringatan HUT ke-62 Bapenda Jatim yang berlangsung di Kantor Bapenda, Surabaya, Sabtu malam (2/11).

Dalam sambutannya, Adhy menegaskan peran penting Bapenda sebagai "tulang punggung" penerimaan daerah bagi Pemprov Jatim. Dengan capaian pendapatan mencapai Rp15,7 triliun hingga Oktober 2024, atau setara 90,99ri target APBD sebesar Rp17,2 triliun, Adhy optimis target akan terlampaui di akhir tahun.

Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat

"Dengan sisa dua bulan, saya yakin kita bisa melebihi target. Bapenda Jatim selalu mencapai bahkan melampaui targetnya," ujar Adhy penuh optimisme.

Sebagai bentuk apresiasi, Bapenda Jatim memberikan penghargaan kepada berbagai pihak mulai dari mitra kerja, UPT di daerah, wajib pajak, hingga staf yang telah pensiun. Hadiah berupa undian umrah dan sepeda motor diberikan sebagai wujud terima kasih atas dedikasi mereka.

"Saya ucapkan selamat kepada penerima penghargaan, khususnya kepada para mitra dan UPT atas kontribusi luar biasanya," tambah Adhy.

Lebih lanjut, Adhy mengapresiasi langkah Bapenda Jatim dalam transformasi teknologi pembayaran. Dimulai dari mesin besar di masa lalu hingga pembayaran digital QRIS yang kini bekerja sama dengan Bank Jatim, inovasi ini membuat pelayanan semakin mudah bagi wajib pajak.

"Tidak kalah penting, apresiasi saya juga untuk masyarakat Jatim yang patuh membayar pajak," ujarnya.

Meskipun adanya tantangan berupa potensi penurunan penerimaan daerah hingga Rp4,1 triliun akibat perubahan kebijakan fiskal, Adhy tetap optimis. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) memungkinkan Jawa Timur untuk memungut pajak baru seperti Pajak Alat Berat dan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

"Ini tantangan baru bagi kita untuk menggali sumber pendapatan alternatif," kata Adhy.

Adhy juga mengingatkan pentingnya optimalisasi pendapatan dari badan usaha milik daerah (BUMD) dan unit layanan seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Bapenda Jatim perlu mengembangkan strategi dalam memaksimalkan potensi pendapatan non-pajak," jelasnya.

Di sisi lain, regenerasi menjadi fokus utama HUT ke-62 Bapenda Jatim, seperti disampaikan Kepala Bapenda Jatim, Bobby Soemiarsono. Dengan tema "Pertumbuhan Pesat, Bersinergi dan Regenerasi," Bobby menekankan pentingnya proses regenerasi guna menjaga keberlanjutan dan konsistensi Bapenda Jatim di tengah tantangan ke depan.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Perayaan kali ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur periode 2009-2019, Soekarwo, yang menyampaikan apresiasinya pada seluruh jajaran Bapenda Jatim serta kepemimpinan Pj. Gubernur Adhy yang disebutnya sangat peduli pada ASN di Pemprov Jatim. (red) 

 

 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru