MERAHPUTIH I KEDIRI - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir 2024/2025 di Bendung Gerak Waruturi, Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Selasa (5/11). Kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk menguatkan koordinasi dan kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Dalam sambutannya, Adhy menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, serta mengajak seluruh pihak untuk bersinergi meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan. “Kita berharap bencana tidak terjadi, namun kita harus siap. Baik dari sisi personel maupun sarana prasarana, semua harus dalam kondisi siaga,” ujar Adhy.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Ia juga mengimbau semua pihak untuk memiliki komitmen tinggi dan bekerja sama dalam menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan banjir di beberapa wilayah Jawa Timur. “Tetap semangat dan terus bekerja keras dalam menanggulangi serta mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi,” tegasnya.
Adhy menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat penting dalam memastikan bahwa penanganan bencana berjalan efektif. “Kita tidak bisa bekerja sendirian, ini butuh kerja bersama. Dengan berkolaborasi, kita bisa mengatasi persoalan bencana,” tambahnya.
Apel kesiapsiagaan ini juga diwarnai dengan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang telah diperbarui oleh Pemprov Jatim. Sejumlah peralatan seperti excavator, mobile pump, dan peralatan tanggap darurat lainnya telah disiapkan untuk memperkuat respon cepat di lapangan. “Mungkin kita tidak bisa menghindari bencana, tetapi kesiapsiagaan yang matang akan membantu kita menghadapi situasi darurat dengan lebih baik,” kata Adhy optimis.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Langkah preventif dan antisipatif terus ditingkatkan oleh Pemprov Jatim bersama para pemangku kepentingan. Usaha ini berhasil menurunkan Indeks Risiko Bencana (IRB) Jawa Timur sebesar 36,23 poin dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2023, IRB Jawa Timur kini berada di angka 101,65 atau pada level sedang. “Kami berharap terus menurunkan indeks ini hingga ke level yang lebih rendah setiap tahunnya,” jelasnya.
Dalam apel tersebut, Adhy juga memberikan berbagai penghargaan kepada individu dan instansi yang berprestasi dalam pengelolaan sumber daya air dan kesiapsiagaan bencana, termasuk kepada Kepala BBWS Brantas dan Aliansi Masyarakat Blega Bersatu dari Madura. Selain itu, penghargaan tali asih juga diberikan kepada sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Di akhir kegiatan, Adhy meninjau langsung perlengkapan siaga, seperti dapur umum, tenda darurat, perahu karet, dan alat berat untuk tanggap darurat. Ia juga menyaksikan simulasi pembersihan sedimentasi sungai menggunakan excavator amfibi, serta melakukan penanaman bibit pohon tabebuya dan penebaran 20.000 benih ikan sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
Adhy berharap dengan kesiapan ini, Jawa Timur mampu menghadapi bencana dengan lebih tangguh dan meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi. (red)
Editor : prass prasetyo