MERAHPUTIH I SURABAYA - Riuh tepuk tangan memenuhi Dyandra Convention Center, Kamis (19/12), saat Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono melangkah ke atas panggung. Dengan penuh semangat, ia membuka peringatan Hari Ibu ke-96 yang mengusung tema ‘Perempuan Berdaya, Perempuan Menyapa Menuju Indonesia Emas 2045’. Dalam pidatonya, Adhy menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menciptakan Indonesia yang lebih maju.
Sorotan utama acara ini adalah peluncuran Program Puspaga Setara (Solusi Keluarga Sejahtera dan Bahagia), sebuah inovasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur. Program ini dirancang untuk membantu keluarga menghadapi tantangan kehidupan, khususnya di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jatim.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Puspaga Setara tidak hanya mendukung keluarga agar tumbuh lebih kuat, tetapi juga memberikan solusi atas persoalan keluarga. Program ini berperan strategis dalam membangun fondasi keluarga yang kokoh menghadapi berbagai dinamika zaman,” ujar Adhy dengan penuh keyakinan.
Dalam suasana penuh optimisme, Adhy menyampaikan kebanggaannya atas berbagai pencapaian Jawa Timur.
“Jawa Timur telah dinobatkan sebagai provinsi paling inovatif di Indonesia. Kabupaten Banyuwangi dan Kota Surabaya juga menyabet penghargaan sebagai daerah terinovatif. Tak hanya itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan daya saing daerah yang kuat dalam menarik investasi,” ungkapnya, yang disambut dengan tepuk tangan meriah.
Adhy juga menyoroti kontribusi besar perempuan dalam mendukung capaian ini. “Kerja keras perempuan Jatim luar biasa. Mereka adalah motor penggerak yang menjadikan Jawa Timur the best,” tambahnya.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Momen Hari Ibu ini menjadi refleksi atas kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. Adhy menekankan pentingnya prinsip equal partnership atau kemitraan setara antara perempuan dan laki-laki. Menurutnya, kesetaraan gender adalah kunci dalam membangun bangsa yang maju.
“Perempuan Jawa Timur adalah sosok tangguh dan inovatif. Banyak tokoh perempuan di daerah ini yang menjadi pionir dan pelopor perubahan,” katanya. Sebagai bukti, Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai 92,15 persen, meningkat dari tahun sebelumnya. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) juga menunjukkan tren positif dengan angka 74,90 persen pada 2023.
Program Nawa Bhakti Satya, khususnya melalui inisiatif Jatim Berdaya, terus mendukung kesetaraan gender dengan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM, koperasi, dan desa mandiri. Program ini tidak hanya menyasar perempuan di perkotaan tetapi juga perempuan di desa-desa.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Geliat perempuan Jatim sangat luar biasa. Mereka telah berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan. Semoga upaya ini dapat menginspirasi perempuan di Indonesia bahkan di dunia,” ujar Adhy.
Di tengah era digitalisasi, Adhy menegaskan pentingnya perempuan, khususnya para ibu, untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan nilai-nilai luhur. “Dengan memadukan teknologi dan tradisi, kita dapat melahirkan generasi muda yang inspiratif dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” katanya menutup acara.
Peringatan Hari Ibu ke-96 ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya peran perempuan dalam membangun Indonesia menuju visi emas tahun 2045. Dari panggung Dyandra Convention Center, pesan semangat ini menggema, membakar optimisme bagi perempuan di seluruh penjuru negeri. (red)
Editor : prass prasetyo