MERAHPUTIH I SIDOARJO – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, turun langsung meninjau dua wilayah terdampak banjir di Kabupaten Sidoarjo, yaitu Perumahan Pepelegi Indah dan Desa Sawotratap, Kamis (26/12). Didampingi jajaran terkait, Pj. Gubernur memastikan langkah penanganan segera dilakukan untuk mengatasi banjir yang sudah menggenang sejak 24 Desember lalu.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
"Kondisi ini memerlukan langkah cepat dan terkoordinasi. Kami bersama tim sudah memetakan langkah-langkah strategis, mulai dari pengerukan sungai hingga pemompaan air," ujar Adhy saat berbincang dengan warga terdampak di lokasi.
Banjir yang mencapai ketinggian 30-45 sentimeter ini tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga merendam rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh. Adhy menegaskan, salah satu penyebab banjir adalah sedimentasi, tumpukan sampah, dan bangunan liar yang menghambat aliran air di sungai.
"Dua hari terakhir curah hujan memang tinggi, sesuai prediksi BMKG. Persoalan banjir ini adalah masalah struktural yang membutuhkan penanganan jangka panjang," katanya.
Dalam kunjungannya, Adhy memastikan dapur umum telah disiapkan sejak malam sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan logistik warga. Di samping itu, alat berat, termasuk truk pompa air, telah dikerahkan untuk mempercepat pengurangan genangan. Pembersihan sedimentasi sungai dan pengangkatan sampah juga menjadi prioritas utama.
"Proses pengerukan manual dan semi-manual sudah dimulai. Alat berat sudah kami kirim ke lokasi untuk membersihkan sedimentasi di sungai dan gorong-gorong," jelasnya.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Tidak hanya itu, Adhy juga mengungkapkan rencana penggunaan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan. Menurutnya, prediksi BMKG yang menyebut curah hujan akan meningkat hingga Januari 2024 harus diantisipasi secara serius.
Ketua RW 10 Desa Sawotratap, Supriyanto, mengapresiasi perhatian langsung dari Pj. Gubernur dan jajaran Pemprov Jatim. "Kami sangat bersyukur atas langkah cepat ini. Truk pompa dan pengerukan sungai menjadi solusi yang sudah lama kami nantikan," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa warga siap mendukung proses pengerukan sungai untuk memastikan banjir tidak kembali terjadi. "Ada sekitar 250 kepala keluarga yang terdampak. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk distribusi bantuan," tambah Supriyanto.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Pj. Gubernur Adhy optimistis banjir di dua wilayah tersebut dapat segera teratasi. "Ini bukan hanya soal menangani bencana, tetapi memastikan langkah pencegahan ke depan," tutupnya. (red)
Editor : prass prasetyo