MERAHPUTIH I PASURUAN - Pasuruan kini memiliki ikon baru pariwisata dengan diresmikannya Tengger Culture Center (TCC) di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, sebagai gerbang wisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru. Peresmian operasional TCC ditandai dengan penandatanganan dokumen Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) oleh Pj Bupati Pasuruan Nurkholis dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Balai Prasarana Permukiman Wilayah I Jatim, Denny Kumara, pada Senin (30/12/2024).
Penandatanganan ini turut disaksikan Kepala Balai Prasarana Permukiman wilayah Jawa Timur, Kementerian PUPR, Airin Saputri. Momen serah terima tersebut menjadi simbol penting bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Pasuruan.
Baca juga: Polisi Beber Fakta Baru, Bus RSBS Jember Tabrak Tebing Tanpa Jejak Pengereman
Sebagai bagian dari perayaan, TCC diresmikan dengan pemasangan 1.000 udeng Tengger secara serentak oleh undangan dan warga setempat. Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal dan budaya khas suku Tengger, yang menjadi daya tarik wisata unggulan di wilayah ini.
Dalam sambutannya, Airin Saputri mengungkapkan kebanggaannya terhadap Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu daerah prioritas pembangunan penunjang wisata TNBTS.
“Hanya belasan daerah yang mendapatkan alokasi anggaran untuk proyek ini. Kabupaten Pasuruan termasuk yang beruntung,” ujarnya.
Proyek pembangunan TCC sendiri menghabiskan anggaran sebesar Rp 37 miliar dan selesai dalam waktu singkat, yakni delapan bulan sejak Februari hingga Oktober 2024.
Baca juga: Jumlah Korban Bus Maut Rombongan Nakes Jember Bertambah Jadi Delapan Jiwa
Airin menegaskan pentingnya sinergi antara Pemkab Pasuruan, tokoh adat, masyarakat, hingga pihak swasta untuk memanfaatkan TCC sebagai pusat kegiatan wisata.
“Harapan kami, gedung ini menjadi pusat berbagai event yang mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Gunung Bromo,” imbuhnya.
Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, menyambut optimisme ini dengan rencana besar untuk menggelar event berskala nasional pada awal 2025, seperti pemasangan 15.000 udeng Tengger yang diharapkan memecahkan rekor MURI.
Baca juga: Bus Pariwisata Asal Jember Alami Rem Blong di Probolinggo, Enam Penumpang Tewas
“Event ini akan membawa dampak besar bagi UMKM, pariwisata, dan perekonomian lokal. Tidak ada lagi istilah Tosari sepi,” tegas Nurkholis.
Dengan operasional TCC, Kabupaten Pasuruan menegaskan posisinya sebagai koridor utama wisatawan menuju Gunung Bromo. Potensi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan perekonomian daerah, serta melestarikan budaya lokal yang khas. (red)
Editor : prass prasetyo