MERAHPUTIH I SIDOARJO - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono memimpin langsung kegiatan susur Sungai Kedungpeluk di Kecamatan Candi, Sidoarjo, Rabu (22/1). Dengan menaiki perahu karet, Adhy menyusuri rute sepanjang 10,7 km sambil meninjau proses pembersihan eceng gondok, tanaman liar, dan sampah yang mengganggu aliran air.
Didampingi Plt. Bupati Sidoarjo Subandi, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, dan sejumlah pejabat terkait, Adhy menyatakan pentingnya mencari akar penyebab banjir. "Kita tidak hanya fokus pada tindakan darurat, tapi juga solusi jangka panjang. Seperti yang kita lihat, banyak sedimentasi dan penyempitan aliran akibat tumbuhan liar dan sampah," ujar Adhy.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Adhy menyoroti salah satu tantangan utama adalah kontur pemukiman yang lebih rendah dibanding sungai. Hal ini, menurutnya, membutuhkan pendekatan khusus, termasuk penertiban bangunan liar di sekitar aliran sungai.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa solusi tidak bisa instan. "Kami akan melibatkan lebih banyak personel dan alat berat amfibi untuk membersihkan area yang sulit dijangkau," tambahnya.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Usai susur sungai, rombongan meninjau Perumahan Green Residence di Desa Kendal Cabean yang terdampak banjir. Meski air sudah mulai surut, Adhy menyoroti buruknya drainase sebagai penyebab utama. "Kami akan upayakan solusi permanen untuk masalah ini," katanya.
Sebagai bentuk kepedulian, Adhy menyerahkan bantuan berupa biskuit, selimut, paket kebersihan, dan sembako kepada warga terdampak. Ia juga menyapa langsung masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait banjir yang kerap melanda kawasan mereka.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Plt. Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan, seluruh jajaran pemerintah daerah telah bergerak sejak Jumat pekan lalu untuk menangani banjir. "Kita kerahkan semua, dari tingkat camat hingga kepala desa. Kerja bakti bersama masyarakat juga dilakukan untuk mengangkat eceng gondok di berbagai titik," ujar Subandi.
Ia pun optimis gotong royong ini, ditambah dengan dukungan alat berat, akan mempercepat normalisasi aliran sungai. (red)
Editor : prass prasetyo