MERAHPUTIH I YOGYAKARTA - Anggota DPR RI, Heru Tjahjono, turut berperan sebagai penguji eksternal dalam sidang disertasi mahasiswa doktoral Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Lasarus Bambang S. Sidang ini berlangsung pada 21 Januari 2025, dan menjadi momen penting dalam menyoroti inovasi pembiayaan infrastruktur melalui skema syariah.
Lasarus Bambang S., mahasiswa program Doctoral of Leadership and Policy Innovation, Pascasarjana UGM, berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji, yang terdiri dari Prof. Dr. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr.; Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si.; Akhmad Akbar Susamto, Ph.D.; Nurhadi, Ph.D.; dan Prof. Mahfud Sholihin, S.E., M.Acc., Ph.D.
Baca juga: Prabowo Minta Pendidikan Lingkungan Masuk Silabus, Pemerintah Gerak Cepat Tangani Bencana
Penelitian ini mengupas tuntas model pembiayaan inovatif bernama Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT) yang dianggap sebagai solusi efektif dan efisien untuk mendukung proyek infrastruktur dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha melalui Availability Payment (KPBU-AP).
IMBT tidak hanya menawarkan efisiensi pembiayaan melalui skema off-balance sheet, tetapi juga menjanjikan pembagian risiko yang adil berdasarkan prinsip keuangan Islam. Model ini dinilai relevan dengan pendekatan collaborative governance yang dikembangkan oleh Ansell & Gash (2008) dan Choi & Robertson (2014).
"Implementasi IMBT pada proyek jalan non-tol Jalintim Sumsel dan Riau membuktikan bahwa model ini mampu menjadi pioneer pembiayaan syariah yang inovatif, solutif, dan implementatif. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur," ujar Lasarus, Minggu (26/1/2025).
Pendekatan ini menitikberatkan pada stabilitas pendapatan melalui availability payment yang dijamin oleh pemerintah, membuat proyek infrastruktur lebih menarik bagi investor. Keunggulan lain meliputi alokasi pendanaan yang efisien, pengurangan risiko operasional, serta fleksibilitas tinggi.
Lasarus menjelaskan, skema IMBT dapat menjadi landasan bagi berbagai sektor proyek strategis, termasuk jalan dan jembatan, perumahan, kesehatan, pendidikan, serta ketahanan pangan.
"Ini selaras dengan visi dan program Presiden Prabowo untuk membangun Indonesia yang maju, kuat, dan sejahtera," tambahnya.
Potensi IMBT tidak hanya terbatas di Indonesia, tetapi juga di negara-negara mayoritas Muslim lainnya yang memiliki kebutuhan akan skema pembiayaan berbasis syariah.
"Dengan sinergi antara pemerintah, badan usaha, dan perbankan dalam kerangka collaborative governance, kita dapat membangun infrastruktur yang berdaya saing global," pungkasnya.
Baca juga: Prabowo Tegaskan Distribusi IFP Prioritas untuk Sekolah 3T
Sidang ini mencerminkan upaya serius UGM dalam mendorong riset berbasis solusi nyata, khususnya di bidang kebijakan dan pembiayaan pembangunan. Keikutsertaan Heru Tjahjono sebagai penguji eksternal menambah bobot akademik sekaligus memperluas relevansi hasil penelitian di tingkat nasional. (red)
Editor : prass prasetyo