Halodoc, RS Mitra Keluarga dan Prudential Gelar Rapid Test Gratis

harianmerahputih.id
Rapid Test gratis banyak diminati (Foto: HMP/Zulfikar)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Halodoc bekerja sama dengan RS Mitra Keluarga dan Prudential, mengadakan rapid test drive thru di Surabaya dan Sidoarjo. Acara itu digelar di tiga titik, untuk wilayah Surabaya dilaksanakan di Lapangan Koni, dan Margomulyo, serta untuk Sidoarjo digelar di Giant Waru. Gelaran itu terbuka untuk umum dan masyarakat yangh ingin mengikuti rapid test diwajibkan mendownload terlebih dahulu aplikasi halodoc, karena hasil rapid test akan diupload via aplikasi halodoc 1x24 jam.

Regional Manager Surabaya Metro, Fakhrul Arifin menjelankan, setelah mendownload aplikasi halodoc, masyarakat bisa melakukan dua metode pembayaran yang ditawarkan oleh halodoc. Yang pertama yaitu melakukan pembayaran via gopay dengan biaya sebesar Rp.295 ribu. sedangkan untuk cara kedua, masyarakat bisa mendownload aplikasi Pulse, dari akun itu masyarakat bisa melakukan reedem untuk mendapatkan voucher rapid test gratis dari PT. Prudential Life Assurance.

Baca juga: Sakit Paru Divonis Covid, Hingga Meninggal Hasil Swab Belum Keluar

Ditanya soal minat masyarakat Surabaya terhadap rapid test drive thru tersebut, Fahrur Arifin mengatakan minat masyarakat cukup besar dan sangat merespon dengan baik.

"Dari awal kegiatan yang digelar tanggal 4 mei, hingga saat ini tiap harinya ada 700-an orang yang melakukan rapid test. Dari situ batas waktu yang awalnya berakhir tgl 16 mei, diperpanjang hingga akhir bulan ini," terang Fakhrul Arifin, Jumat (15/5).

Baca juga: RS Mitra Keluarga Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Johanda, warga pendatang asal Jakarta yang juga mengikuti rapid test ini mengaku bahwa kegiatan ini sangat diperlukan bagi masyarakat yang belum terjamah rapid test gratis dari dinas kota terkait.

"Menurut saya hal ini kalau bisa rutin dilakukan, biar masyarakat juga bisa tau bagaimana kondisi dirinya sendiri. Apalagi Surabaya termasuk zona merah, kalau bisa dilakukan mandiri akan lebih baik ketimbang menunggu gelaran rapid test dari pemerintah setempat," ucapnya. (zul/tji)

 

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru