MERAHPUTIH I SURABAYA - Di tengah upaya efisiensi anggaran yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan Program Mudik Gratis pada tahun ini. Program ini telah menjadi tradisi tahunan yang dinantikan oleh masyarakat Jawa Timur, terutama mereka yang merantau dan ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.
Meskipun pemerintah pusat menginstruksikan pengetatan anggaran, Khofifah menilai bahwa layanan publik dan bantuan sosial harus tetap menjadi prioritas.
Baca juga: Emil Dardak Buka Musda Pramuka Jatim 2025, Kepemimpinan Arum Sabil Tuai Pujian
"Efisiensi anggaran harus dilakukan secara cermat dan terukur, tetapi yang utama adalah tidak boleh mengurangi layanan publik dan bantuan sosial bagi masyarakat," ujarnya pada Jumat, 21 Februari 2025.
Program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencakup jalur darat dan laut. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 96 unit bus disiapkan untuk melayani rute dari Jakarta ke berbagai daerah di Jawa Timur, dengan total lebih dari 3.800 tempat duduk. Selain itu, untuk jalur laut, disediakan 3.600 tempat duduk yang melayani rute dari Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju pulau-pulau seperti Raas, Sapudi, Bawean, hingga Kangean.
Khofifah juga mendorong Dinas Perhubungan untuk proaktif mencari skema kerja sama, terutama melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta, guna mendukung pelaksanaan program ini. Ia optimis bahwa tahun ini akan ada banyak perusahaan yang berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis 2025.
"Biasanya kita punya Mudik Gratis. Ada efisiensi ini Mudik Gratis berkurang apa tidak, tolong dihitung. Dishub bisa dihitung kembali, syukur-syukur ada CSR yang memungkinkan menambahkan, terutama laut. Utamanya penambahan armada," katanya.
Baca juga: ini Penjelasan Wagub Jatim Emil, Terkait Polemik RS Pura Raharja Surabaya
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Banyak perantau asal Jawa Timur di Jakarta yang menantikan kesempatan untuk pulang kampung tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Salah satunya adalah Cahyono, seorang buruh serabutan berusia 50 tahun yang telah 20 tahun merantau di Jakarta. Dengan adanya program mudik gratis, ia merasa bersyukur dapat kembali ke kampung halamannya di Jombang.
"Alhamdulillah bisa pulang kampung. Saya sudah patah semangat awalnya karena tahu lebaran ini tidak ada uang untuk mudik. Saya sangat bersyukur ada program mudik gratis ini dari Ibu Gubernur Khofifah," ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti instruksi Gubernur Khofifah. Saat ini, mereka tengah menghitung ulang kuota dan teknis pelaksanaan program mudik gratis tahun ini. "Saat ini kami sedang menghitung kuota dan teknisnya," ujarnya singkat.
Baca juga: Khofifah: Hakordia 2025 Momentum Perkuat Integritas ASN
Program Mudik Gratis ini tidak hanya sebagai bentuk pelayanan publik, tetapi juga dianggap sebagai langkah untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan selama masa mudik Hari Raya Idul Fitri. Dengan menyediakan transportasi yang aman dan nyaman, diharapkan masyarakat dapat merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman tanpa beban biaya yang berat.
Meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran, komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus melayani masyarakatnya patut diapresiasi. Semoga program ini dapat berjalan lancar dan membawa kebahagiaan bagi seluruh warga Jawa Timur yang merantau. (red/jak/sys)
Editor : prass prasetyo