MERAHPUTIH I BLITAR - Drama tak terduga terjadi di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (24/2) sore. Arema FC yang sudah berada di ambang kemenangan harus rela berbagi poin dengan PSIS Semarang setelah Sudi Abdallah mencetak dua gol penyama kedudukan. Laga berakhir dengan skor 2-2 dalam lanjutan Liga 1 musim ini.
Sejak menit pertama, Arema FC tampil penuh semangat. Tim asuhan Ze Gomes langsung menekan lini pertahanan PSIS Semarang dengan permainan cepat dan agresif. Barisan belakang PSIS yang dikawal Thales Lira sempat kerepotan menghalau gempuran tuan rumah.
Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar
Tekanan tinggi yang diberikan Arema akhirnya membuahkan hasil. Baru memasuki menit kelima, Pablo Oliveira mencatatkan namanya di papan skor setelah menyundul bola muntah hasil tepisan kiper PSIS, Syahrul Trisna. Stadion bergemuruh menyambut keunggulan cepat tim berjuluk Singo Edan.
Tak puas dengan hanya satu gol, Arema FC terus menggempur. Serangan demi serangan dilancarkan hingga akhirnya di menit ke-27, Charles Lokolingoy berhasil menggandakan keunggulan. Memanfaatkan umpan matang dari Salim Tuharea, Lokolingoy dengan tenang melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihalau kiper lawan. Arema FC pun unggul 2-0.
Namun, PSIS Semarang tak tinggal diam. Tim tamu mencoba keluar dari tekanan dan akhirnya menemukan celah di lini pertahanan Arema. Kesalahan fatal dilakukan kiper Arema, Dicki Agung, dalam membuang bola. Sudi Abdallah yang berada di posisi tepat tak menyia-nyiakan peluang tersebut. Dengan sepakan terarah, ia berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-32.
Hujan deras yang turun tiba-tiba memaksa wasit Muhammad Taqi Al Jaafari menghentikan pertandingan di menit ke-35. Petir yang menggelegar di langit Blitar menambah dramatis jalannya laga. Setelah 20 menit penundaan, pertandingan kembali dilanjutkan dengan kondisi lapangan yang semakin berat.
Baca juga: Thom Haye Puji Kekompakan Tim Usai PERSIB Tundukkan Dewa United
Babak kedua berjalan dengan intensitas tinggi. Arema FC masih mendominasi, menciptakan tiga peluang emas melalui Dalberto Luan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat keunggulan mereka tak bertambah.
Sementara itu, PSIS terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Gali Freitas hampir saja mencetak gol spektakuler melalui tembakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi bola hanya membentur tiang gawang. Tekanan PSIS semakin menjadi, dan mereka nyaris mendapatkan gol melalui tendangan menyusur tanah dari Sudi Abdallah yang hanya meleset tipis di sisi gawang.
Drama sesungguhnya terjadi di menit ke-89. Sebuah pelanggaran di kotak penalti Arema FC membuat wasit menunjuk titik putih. Sudi Abdallah, yang menjadi algojo, dengan tenang mengeksekusi tendangan penalti dan menggetarkan jala gawang Arema. Skor pun berubah menjadi 2-2, memupus harapan Arema FC untuk meraih tiga poin di kandang sendiri.
Baca juga: Persebaya Gagal Maksimalkan Keunggulan Pemain, Arema Pulang dengan Satu Poin dari GBT
Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada tambahan gol tercipta. PSIS Semarang sukses mencuri satu poin berkat kegigihan mereka hingga menit akhir. Sementara itu, Arema FC harus menyesali peluang-peluang yang terbuang, meskipun telah mendominasi jalannya pertandingan.
Dengan hasil ini, Arema FC dan PSIS Semarang sama-sama mengoleksi satu poin tambahan dalam klasemen Liga 1. Laga ini menjadi bukti bahwa sepak bola tak hanya soal strategi, tetapi juga mental bertanding hingga detik terakhir. (red)
Editor : prass prasetyo