MERAHPUTIH I GRESIK - Hujan deras yang mengguyur sejak Senin sore hingga malam (24/2/2025) menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Timur terendam banjir. Kabupaten Gresik menjadi salah satu daerah terdampak, terutama di Kecamatan Driyorejo, Balongpanggang, dan Benjeng.
Sejak Selasa pagi (25/2/2025), Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jawa Timur bersama BPBD Gresik, perangkat desa, dan relawan bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang sedang sakit. Dengan menggunakan perahu karet, mereka menembus genangan air yang berkisar antara 30 hingga 70 cm untuk memastikan keselamatan warga.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Selain evakuasi, tim BPBD juga mendistribusikan bantuan logistik, termasuk makanan siap saji, lauk pauk, serta kebutuhan higienis. Sebanyak 2.400 kaleng makanan siap saji, 2.400 kaleng tambahan gizi, dan 50 paket hygiene kit telah disalurkan kepada warga yang masih bertahan di lokasi banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan situasi, mengingat banjir di Gresik merupakan dampak dari luapan Kali Lamong yang terus bergerak ke berbagai titik.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Banjir ini sifatnya dinamis, air bisa berpindah ke wilayah lain seiring dengan perubahan arus. Kami akan terus melakukan evakuasi dan memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan," ujarnya.
Selain Gresik, banjir juga melanda sejumlah daerah lain, seperti Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Sidoarjo, dan Trenggalek. Namun, di beberapa titik, genangan air sudah mulai surut.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Sementara itu, warga yang terdampak berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi akibat luapan Kali Lamong. Mereka berharap pemerintah daerah dan pusat bisa mencari solusi terbaik agar musibah serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba. (red)
Editor : prass prasetyo