Gubernur Khofifah Imbau Warga Jatim Tidak Panic Buying Jelang Ramadhan

harianmerahputih.id
Jelang bulan suci Ramadhan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat agar tidak melakukan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan.

MERAHPUTIH I MAGELANG - Jelang bulan suci Ramadhan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat agar tidak melakukan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa stok pangan di Jawa Timur aman dan mencukupi hingga Idul Fitri.

"Alhamdulillah, stok kebutuhan pokok di Jawa Timur dalam kondisi aman. Distribusi pangan berjalan lancar, sehingga tidak perlu ada panic buying atau aksi borong," ujar Khofifah dalam keterangannya di Magelang, Kamis (27/2/2025).

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Khofifah juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan barang di pasar. Sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, telur ayam, dan daging ayam. Namun, ia memastikan bahwa stok tetap terjaga dan harga diperkirakan stabil kembali pada awal Ramadhan.

Sebagai gambaran, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp 80.512 per kg, lebih tinggi dari harga acuan Rp 40.000 - Rp 57.000 per kg. Sementara itu, cabai merah besar berada di angka Rp 48.645 per kg, naik dibandingkan harga normal sekitar Rp 41.886 per kg. Bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp 30.609 per kg. Hal serupa terjadi pada harga telur ayam dan daging ayam.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

"Prinsipnya, stok pangan aman. Jika ada aksi borong, justru akan mengganggu stabilitas pasar dan mendorong kenaikan harga lebih lanjut," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jatim siap menggelar operasi pasar murah di 38 kabupaten/kota untuk menjaga kestabilan harga. Khofifah menekankan bahwa pemerintah tidak ingin lonjakan harga membebani masyarakat, terutama saat Ramadhan.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Selain itu, ia mengingatkan pedagang dan distributor agar tidak melakukan penimbunan barang demi keuntungan pribadi. Jika ditemukan praktik semacam itu, pemerintah akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja. Dengan begitu, semua orang dapat menikmati Ramadhan dengan nyaman dan tenang," pungkasnya. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru