MERAHPUTIH I SURABAYA - Sebuah babak baru kembali dimulai bagi Jawa Timur. Khofifah Indar Parawansa resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2025-2030 setelah menerima serah terima jabatan dari Penjabat (Pj) Gubernur Adhy Karyono dalam rapat paripurna istimewa DPRD Jawa Timur, Sabtu (1/3). Khofifah kembali memimpin provinsi ini bersama Emil Elestianto Dardak sebagai Wakil Gubernur, melanjutkan duet kepemimpinan mereka dari periode sebelumnya.
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
Dalam pidatonya, Gubernur Khofifah memaparkan visi besar yang akan menjadi arah pembangunan Jawa Timur dalam lima tahun ke depan. Berlandaskan cita-cita mewujudkan Jawa Timur sebagai provinsi yang berdaya saing tinggi pada 2045, ia menitikberatkan pembangunan pada keunggulan kompetitif, inovasi, serta penguatan moral dan akhlakul karimah.
"Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai gerbang logistik internasional. Dengan pengembangan industri dan jasa yang lebih masif, serta peningkatan ekspor dan impor di tingkat ASEAN maupun global, kita akan menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Khofifah dengan penuh optimisme.
Sejumlah program prioritas pun disiapkan untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis, di antaranya:
-
Integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi
Penggunaan super apps dengan integrasi data tunggal akan menjadi kunci untuk perencanaan pembangunan yang lebih terpadu dan efektif. "Dengan data yang terintegrasi, kebijakan bisa lebih tepat sasaran," jelas Khofifah. -
Mudik Gratis Terintegrasi
Program mudik gratis berbasis darat dan laut akan kembali digelar dengan peningkatan fasilitas dermaga pelabuhan serta pemantapan infrastruktur jalan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik. "Sejak awal kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait agar arus mudik nanti berjalan lancar," tambahnya. -
Peningkatan Layanan Trans Jatim
Dalam upaya meningkatkan mobilitas masyarakat, frekuensi dan kapasitas layanan Trans Jatim akan diperbanyak. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peluncuran koridor baru Sidoarjo-Mojokerto (Koridor 6). -
Percepatan Pembangunan Rumah Sakit
Dua rumah sakit baru, yaitu Rumah Sakit Muhammad Nur dan Rumah Sakit Paru di Jember, akan dipercepat pembangunannya untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
-
Penguatan Kompetensi Talenta Milenial
Dalam menghadapi era ekonomi digital, program jobs center akan menjadi wadah bagi talenta milenial untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM berbasis digital. -
Perluasan Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil
Program hibah model Baswedan ultra mikro, pendanaan melalui Bank UMKM, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank daerah akan diperluas guna mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil. -
Pemantapan Infrastruktur Jalan
Program "sapu bersih" lubang jalan serta pemeliharaan rutin akan digencarkan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, terutama menjelang arus mudik Lebaran. -
Penguatan Ekonomi Kreatif
Program "Desa Berdaya" akan semakin diperluas dengan mengembangkan desa wisata, desa devisa, klinik BUMDes, dan ekotren guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui ekonomi kreatif.Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
-
Antisipasi Musim Kemarau
Mengacu pada data BMKG yang memprediksi kemarau akan berlangsung dari April hingga Juni, Pemprov Jatim akan melakukan penanganan sungai-sungai rawan banjir guna meminimalisir potensi bencana.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pencapaian program-program tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan stakeholder lainnya.
"Kita harus bergerak bersama, bergotong royong, dan mengedepankan inovasi dalam setiap langkah pembangunan. Dengan kolaborasi yang solid, insya Allah Jawa Timur akan menjadi provinsi yang semakin maju dan berdaya saing tinggi di tahun 2045," pungkasnya.
Dengan arah baru dan program prioritas yang jelas, masyarakat Jawa Timur kini menatap lima tahun ke depan dengan penuh harapan. Perjalanan baru telah dimulai, dan Khofifah-Emil kembali memimpin kapal besar Jawa Timur menuju masa depan yang lebih gemilang. (red)
Editor : prass prasetyo