Dishub Jatim Perluas Layanan Transportasi, Koridor 6 Trans Jatim Segera Beroperasi

harianmerahputih.id
Kepala Dishub Jatim, Nyono saat memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti rapat koordinasi kesiapan angkutan Lebaran di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (7/3).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi publik terus mengalami perkembangan. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur kembali mengambil langkah progresif dengan membuka Koridor 6 Trans Jatim, yang akan melayani rute Sidoarjo – Mojokerto. Langkah ini diharapkan mampu memberikan solusi transportasi yang lebih efektif bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menjelaskan bahwa Koridor 6 akan melewati sejumlah titik strategis, dimulai dari Porong, Sidoarjo, kemudian menuju Kejapanan, Mojosari, hingga akhirnya berakhir di Terminal Kertajaya, Mojokerto. Rencananya, layanan ini akan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur pada bulan Mei mendatang.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

"Ada penambahan koridor 6, Insya Allah akan di-launching oleh Gubernur pada bulan Mei. Rute ini melayani jurusan Sidoarjo – Mojokerto," ujar Nyono dalam keterangannya.

Sebanyak 15 bus akan disediakan untuk mendukung operasional Trans Jatim Koridor 6. Dari jumlah tersebut, tujuh bus akan diberangkatkan dari Sidoarjo dan tujuh lainnya dari Mojokerto, sementara satu unit bus akan difungsikan sebagai cadangan guna mengantisipasi kendala operasional. Selain itu, terdapat 40 halte yang akan menjadi titik pemberhentian bagi bus Trans Jatim di rute baru ini.

Layanan ini akan beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB, sehingga memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat yang memanfaatkan transportasi publik sebagai moda perjalanan sehari-hari.

"Ada 40 halte dan 15 bus yang sudah kami siapkan. Untuk jam operasional, dimulai pukul 05.00 pagi dan berakhir pukul 21.00 malam," lanjut Nyono.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Sementara itu, Dishub Jatim juga tengah mengkaji alternatif rute untuk Trans Jatim yang melayani perjalanan dari Sidoarjo ke Surabaya. Kajian ini dilakukan guna menghindari tumpang tindih dengan moda transportasi yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

"Berdasarkan kajian yang telah kami lakukan, rute Sidoarjo ke Surabaya akan melewati jalur barat. Rute ini meliputi Krembung, Krian, kemudian melalui Legundi, Driyorejo, dan berakhir di Karangpilang," tambah Nyono.

Pemilihan jalur alternatif ini dilakukan lantaran Trans Jatim tidak diizinkan melewati Jalan Ahmad Yani, yang merupakan akses utama menuju Surabaya. Hal ini dikarenakan keberadaan angkutan kota (mikrolet) dan moda transportasi lain yang masih beroperasi di jalur tersebut.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

"Tidak mudah untuk mengoperasikan Trans Jatim di Surabaya, karena masih ada mikrolet dan angkutan lama yang aktif. Oleh karena itu, kami memilih jalur barat agar tidak berbenturan dengan transportasi yang dikelola Pemkot Surabaya. Kami juga menghindari masuk ke Terminal Joyoboyo agar tidak berbenturan dengan layanan bus merah atau Wira-Wiri yang telah ada," pungkasnya.

Diharapkan dengan hadirnya Koridor 6 Trans Jatim serta penyesuaian rute ke Surabaya, masyarakat dapat menikmati layanan transportasi publik yang lebih nyaman, terjangkau, dan terintegrasi dengan baik. Ke depan, Dishub Jatim terus berkomitmen untuk memperluas jaringan layanan guna meningkatkan mobilitas masyarakat Jawa Timur secara lebih optimal. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru