Khofifah Apresiasi Kajian Ramadan Muhammadiyah Jatim: Konsolidasi Pemikiran Menuju Indonesia Emas 2045

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam kajian Ramadan yang rutin diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Sabtu (8/3/2025)

MERAHPUTIH I LAMONGAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menunjukkan dukungannya terhadap kajian Ramadan yang rutin diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Dalam acara yang berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Sabtu (8/3/2025), Khofifah menegaskan pentingnya forum ini dalam mengonsolidasikan gerakan persyarikatan serta membangun pemikiran modern yang progresif.

"Saya sudah lebih dari 10 kali diundang dalam kajian Ramadan ini. Ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum strategis dalam menyatukan langkah ke depan bagi Muhammadiyah," ujar Khofifah di hadapan sekitar 2.500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Menurut Khofifah, tradisi intelektual yang dibangun Muhammadiyah melalui kajian Ramadan adalah salah satu kekuatan besar dalam membentuk masyarakat yang memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh. Ia juga menyoroti peran Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, yang dianggapnya sebagai faktor kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Muhammadiyah memiliki ekosistem pendidikan yang luar biasa, dari PAUD hingga perguruan tinggi. Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi emas kita. Indonesia Emas 2045 akan digerakkan oleh mereka yang hari ini tengah kita siapkan melalui pendidikan berkualitas," tambahnya.

Kajian Ramadan kali ini mengangkat tema Baldah Thayyibah: Refleksi untuk Negeri, yang mengupas tentang konsep negeri yang baik dalam perspektif Islam dan implementasinya dalam kehidupan berbangsa. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, melalui perwakilannya, Prof. Syafiq Mughni, menekankan bahwa konsep ini bukan hanya sebatas wacana teologis, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk nyata di berbagai aspek kehidupan.

"Muhammadiyah berkomitmen untuk mewujudkan Baldah Thayyibah, bukan hanya dalam retorika, tetapi melalui gerakan nyata di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial," tegas Syafiq Mughni dalam keynote speech-nya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Dalam Panel I, Ketua PP Muhammadiyah Dr. M. Saad Ibrahim dan Penasihat PWM Jatim Prof. Achmad Jainuri membedah konsep Baldah Thayyibah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah serta relevansinya dalam sejarah Islam. Sementara itu, pada Panel II, diskusi lebih menyoroti kondisi terkini dunia Islam dan bagaimana refleksi Baldah Thayyibah dapat diterapkan di Indonesia. Panel ini menghadirkan Hajriyanto Y Thohari dan Prof. Din Syamsuddin sebagai pembicara utama.

Acara ini juga diisi dengan sesi hikmah Ramadan yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, Shodikhin, bersama Rektor UMLA, Prof. Dr. A. Aziz Alimul Hidayat, M.Kes., serta Ketua PWM Jatim Sukadiono.

Ketua PWM Jatim, Sukadiono, menyampaikan harapannya agar kajian Ramadan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga mampu membangun kesadaran kolektif untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

"Semoga negeri ini semakin maju, menjadi negeri yang subur, makmur, dan sejahtera bagi penduduknya. Muhammadiyah akan terus berperan aktif dalam membangun masyarakat berkemajuan," ungkapnya.

Acara ini turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, termasuk mantan Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, dan beberapa pengurus PP Muhammadiyah lainnya yang memberikan wawasan mendalam dalam sesi kajian. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru