MERAHPUTIH I SURABAYA – Kota Pahlawan kembali mencetak prestasi gemilang di bidang investasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2024 mencapai Rp40,47 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp39,94 triliun. Capaian ini naik signifikan dari tahun 2023 yang mencatat angka Rp37,57 triliun.
Angka fantastis tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Usaha Mikro Kecil (UMK) sebesar Rp9,1 triliun, PMDN Non-UMK Rp27,6 triliun, serta Penanaman Modal Asing (PMA) Rp3,6 triliun.
Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya, Lasidi, mengungkapkan bahwa sejak 2024, seluruh proses perizinan di pemkot dikerjakan langsung oleh petugas teknis dari Perangkat Daerah (PD) terkait yang ditempatkan di DPM-PTSP. Tujuannya jelas: mempercepat koordinasi dan meningkatkan efisiensi layanan perizinan.
Tak berhenti di angka yang mengesankan ini, Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai inovasi untuk mempercepat layanan perizinan sekaligus mendorong investasi yang lebih besar pada 2025. Target investasi tahun depan pun ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp42,69 triliun.
"Kami berkomitmen bahwa pemrosesan berkas perizinan dan non-perizinan tidak akan terlambat atau kembali ke pemohon. Ini adalah upaya kami untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih nyaman dan kondusif di Surabaya," tegas Lasidi, Senin (10/3/2025).
Demi mempermudah layanan, Pemkot menyiapkan sejumlah terobosan baru. Salah satunya adalah fasilitas drive-thru perizinan di PTSP Surabaya Timur. Dengan sistem ini, pemohon bisa mengambil berkas perizinan tanpa perlu turun dari kendaraan. Bahkan, area parkir khusus juga disiapkan untuk mengakomodasi antrean layanan ini.
Tak hanya itu, DPM-PTSP juga menghadirkan AI (Artificial Intelligence) penapisan jenis perizinan usaha. Teknologi ini akan membantu pelaku usaha mengetahui jenis izin yang dibutuhkan berdasarkan data Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), sehingga prosesnya lebih cepat dan akurat.
"AI ini merupakan hasil sinergi antara data perizinan kami dengan berbagai perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Dinas Perhubungan (Dishub)," papar Lasidi.
Dalam rangka mendorong investasi yang lebih agresif, Pemkot Surabaya juga merancang blueprint kebijakan penanaman modal dan membentuk tim percepatan investasi. Kegiatan promosi investment roadshow pun disiapkan untuk menarik lebih banyak investor.
Baca juga: Jagat Maya Bergejolak, Pemuda Pancasila Surabaya Geram terhadap Konten Bermuatan SARA
Selain itu, hadir pula Chatbot SIPINTAR (Sistem Informasi Perizinan dan Investasi Kota Surabaya) yang akan memberikan jawaban otomatis seputar layanan perizinan dan investasi. Layanan ini bisa diakses 24 jam, mempermudah pelaku usaha mendapatkan informasi kapan saja.
"Dengan semua inovasi ini, kami yakin Surabaya akan semakin ramah investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat," pungkas Lasidi. (red)
Editor : prass prasetyo