MERAHPUTIH I SURABAYA – Menghadapi lonjakan pemudik saat Lebaran 1446 H, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah cepat dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Mudik di Grand City Surabaya, Jumat (14/3). Tujuannya? Menjamin perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat.
Dalam rakor ini, hadir Wakil Gubernur Emil Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait. Mereka membahas strategi utama, termasuk pengaturan transportasi, prediksi cuaca ekstrem, serta kesiapan layanan kesehatan dan keamanan.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
Khofifah mengingatkan pemudik agar cermat dalam merencanakan perjalanan, terutama bagi yang akan menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk. "Penyeberangan akan ditutup pada 28 Maret pukul 17.00 WIB hingga 30 Maret pukul 06.00 WIB karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi," tegasnya.
Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga menjadi perhatian. BMKG memprediksi hujan lebat di beberapa daerah seperti Pacitan, Malang, Kediri, hingga Banyuwangi. "Pemudik harus waspada, terutama yang melewati jalur rawan bencana," tambahnya.
Untuk mencegah kecelakaan, fasilitas kesehatan di sepanjang jalur mudik akan siaga 24 jam. "Jangan sampai ada korban yang terlambat ditangani hanya karena fasilitas kesehatan tutup," ujar Khofifah.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Sementara itu, aparat keamanan akan memperketat pengawasan di jalur utama. "Koordinasi cepat di lapangan sangat penting. Kalau ada hambatan, segera cari solusi," pesannya.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28-30 Maret, sedangkan arus balik memuncak pada 5-7 April. Dengan persiapan matang, Jawa Timur siap menyambut pemudik dengan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. (red)
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Editor : prass prasetyo