MERAHPUTIH| MADURA-Pelatih tim Madura United Rahmad Darmawan mengatakan, keberadaan turnamen pengganti jika Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 dihentikan karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19) dapat memotivasi pemain hingga klub.
"Penting ada turnamen agar dapat menjaga atmosfer kompetisi sehingga memotivasi pemain, pelatih dan klub," ujar Rahmad, Minggu.
Baca juga: Bank BRI Resmi menjadi Sponsor Utama Liga 1
Juru taktik yang akrab disapa RD itu tidak mempermasalahkan bagaimana format kompetisi tersebut.
Dia menyebut, bisa saja turnamen itu berpeserta tim Liga 1, 2 atau 3 atau dipisahkan sesuai liga.
"Bisa digabung atau tidak. Yang penting ada event," kata pria yang pernah membawa Persipura dan Sriwijaya juara Liga Indonesia tersebut.
Liga 1 serta 2 Indonesia musim 2020 tengah diliburkan sementara sejak Maret akibat pandemi COVID-19 yang melanda Tanah Air.
Baca juga: Persija Siapkan Empat Pemain Pengganti Ryuji Utomo
Pada Senin (4/5), operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) melalui surat bernomor 187/LIB-COR/V/2020 telah memberikan saran kepada PSSI agar Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 dihentikan karena mayoritas tim menghendaki demikian.
Beberapa pihak juga menyarankan agar PSSI menggelar turnamen pengganti andai Liga 1 dan 2 2020 diputuskan tak berlanjut.
Menanggapi itu, PSSI menegaskan bahwa masa depan Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 tergantung sepenuhnya kepada keputusan pemerintah atas situasi pandemi COVID-19 di Tanah Air.
Baca juga: Manajemen Bhayangkara FC Himbau Pemain Tidak Main Tarkam
Melalui surat SKEP/48/III/2020 yang dikeluarkan pada akhir Maret 2020, PSSI memutuskan bahwa jika pemerintah memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona yang saat ini ditetapkan pada 29 Februari-29 Mei 2020, Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 akan disetop.
Akan tetapi, kalau pemerintah tidak memperlama masa darurat tersebut, PSSI akan kembali menggulirkan Liga 1 dan 2 musim 2020 mulai tanggal 1 Juli 2020. Berkenaan dengan itu, keputusan terkait adanya turnamen pengganti pun akan dibicarakan kemudian. (pps/ono)
Editor : Eko Yudiono