Sopir Truk Geruduk DPRD Jatim, Tolak Pembatasan Operasional Saat Lebaran

harianmerahputih.id
Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur pada Kamis (20/3).

MERAHPUTIH I SURABAYA – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Kamis (20/3). Mereka menolak kebijakan pembatasan operasional truk selama masa Lebaran 2025, yang dinilai bisa menghambat distribusi barang dan merugikan sektor logistik.

Aturan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) dari beberapa instansi, termasuk Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan Ditjen Bina Marga. Isinya, truk sumbu tiga ke atas dilarang beroperasi selama 16 hari, mulai 24 September hingga 8 April.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Ketua DPD Aptrindo Jatim, Sundoro, menilai aturan ini terlalu lama.

"Kami hanya meminta masa pembatasan dikurangi, cukup dari H-3 hingga H+3. Kalau tetap 16 hari, dampaknya bisa besar, terutama bagi industri yang bergantung pada ekspor dan impor," tegasnya.

Para sopir pun berjanji akan terus berdemonstrasi sampai ada revisi kebijakan.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, menegaskan bahwa pembatasan ini tidak berlaku untuk truk pengangkut bahan pokok dan BBM.

"Aturan ini dibuat demi kelancaran arus mudik dan keselamatan pengguna jalan. Kami akan tetap berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik," ujarnya.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Hingga berita ini diturunkan, negosiasi antara perwakilan sopir dan pemerintah masih berlangsung. Akankah ada kompromi? Kita tunggu kelanjutannya. (red)

 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru