Waspada Microsleep! Kenali Bahayanya Saat Mudik Lebaran

harianmerahputih.id
Microsleep adalah kondisi di mana seseorang tiba-tiba tertidur dalam waktu singkat, hanya beberapa detik, tanpa disadari

MERAHPUTIH I SURABAYA - Mudik Lebaran menjadi momen yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia. Kembali ke kampung halaman, bertemu keluarga, dan merayakan Idulfitri bersama sanak saudara adalah tradisi yang terus dijaga. Namun, di balik euforia perjalanan mudik, ada satu hal yang perlu diwaspadai oleh setiap pengendara, yaitu microsleep.

Microsleep adalah kondisi di mana seseorang tiba-tiba tertidur dalam waktu singkat, hanya beberapa detik, tanpa disadari. Kondisi ini sering terjadi saat tubuh mengalami kelelahan ekstrem, terutama bagi pengemudi yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Baca juga: Lebaran 2025, KAI Layani Lebih dari 4,5 Juta Penumpang: Ada Peran Istimewa dari Para Pecinta Kereta Api

Menurut Agung Wijaya, Dosen Disaster dan Emergency Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, microsleep adalah salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dapat terjadi meskipun seseorang merasa masih terjaga.

"Microsleep bisa berulang meskipun seseorang sudah beristirahat beberapa menit. Hal ini berbeda dengan tidur biasa karena terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan," ujar Agung.

Beberapa tanda seseorang mengalami microsleep saat berkendara antara lain:

  • Pandangan terlihat kosong, terutama saat berkendara di jalan tol yang lurus dan sepi.
  • Respon terhadap informasi atau komunikasi menjadi lebih lambat.
  • Tidak mengingat aktivitas atau tindakan yang dilakukan beberapa menit terakhir.
  • Mengalami hypnic jerk, yaitu tubuh tersentak secara tiba-tiba.
  • Mata terasa perih dan sulit untuk fokus.
  • Kemudi kendaraan tidak stabil, bahkan bergerak zig-zag tanpa disadari.
  • Mengemudi dengan kecepatan yang berubah-ubah tanpa alasan yang jelas.

Microsleep bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Untuk menghindarinya, Agung menyarankan pengemudi untuk menerapkan pola tidur yang cukup sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, asupan nutrisi juga harus diperhatikan. Hindari makanan yang tinggi karbohidrat dan gula sebelum berkendara, karena dapat menyebabkan kantuk berlebih.

Baca juga: Lebaran 2025: Kereta Api Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Gaya Hidup Mobilitas Baru

"Jika sudah merasa mengantuk atau lelah, segera cari tempat istirahat terdekat. Jangan paksakan diri untuk terus mengemudi karena bisa berbahaya," tambahnya.

Mengacu pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada pasal 90 ayat (3) disebutkan bahwa pengemudi kendaraan bermotor umum wajib istirahat selama setengah jam setelah berkendara selama empat jam berturut-turut. Artinya, beristirahat secara rutin saat berkendara bukan hanya anjuran, tetapi sudah menjadi aturan yang harus ditaati demi keselamatan.

Jika sudah mengalami microsleep, langkah terbaik adalah segera berhenti di rest area atau tempat istirahat yang aman. Tidur sejenak selama 10-30 menit dapat membantu tubuh kembali segar dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kantuk. Jika memungkinkan, tidur selama 1–2 jam bisa memberikan pemulihan yang lebih optimal.

Baca juga: Libur Usai, Galau Datang: Post Holiday Blues Mengintai Usai Lebaran, Ini Cara Menghadapinya

Selain itu, peregangan atau stretching setelah duduk terlalu lama juga bisa membantu melancarkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini akan membuat tubuh lebih rileks dan kembali siap untuk melanjutkan perjalanan.

"Mudik adalah perjalanan menuju kebahagiaan bersama keluarga, jangan sampai berujung tragedi karena mengabaikan kondisi tubuh. Pastikan selalu berkendara dalam keadaan prima agar bisa sampai tujuan dengan selamat," pungkas Agung.

Dengan mengenali bahaya microsleep dan menerapkan langkah-langkah pencegahannya, perjalanan mudik Lebaran bisa tetap aman dan menyenangkan. Ingat, keselamatan adalah yang utama!. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru