MERAHPUTIH I GRESIK - Gresik kembali diramaikan oleh Kontes Bandeng Kawak 2025, ajang tahunan yang mempertemukan tradisi, budaya, dan inovasi dalam sektor perikanan. Bukan sekadar perlombaan, kontes ini menjadi bukti nyata bagaimana warisan leluhur tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.
Dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, acara ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan sejumlah kepala daerah. Dalam sambutannya, Bupati Yani menegaskan bahwa kontes ini lebih dari sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk pelestarian budaya peninggalan Sunan Giri yang berdampak besar pada kesejahteraan petambak bandeng.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Salah satu tantangan besar bagi petambak saat ini adalah mahalnya harga pakan dan tidak adanya subsidi pupuk untuk sektor perikanan. Kita berharap ada solusi nyata bagi petambak Gresik,” ujar Bupati Yani.
Kompetisi Kontes Bandeng Kawak tahun ini melahirkan Syaifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkah Wetan, sebagai juara bertahan. Bandeng miliknya berhasil meraih predikat bandeng kawak terbaik dengan bobot 14,6 kg dan panjang 109 cm. Bandeng tersebut telah dipelihara selama 16 tahun, menjadikannya salah satu bandeng kawak terbesar dalam sejarah kontes ini. Ikan raksasa ini kemudian dilelang dengan harga fantastis, Rp 50 juta!.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Sedangkan untuk juara II, diraih oleh Askin, asal Desa Pangkah Wetan dengan berat bandeng 11,6 kg, yang telah dipelihara selama 19 tahun. Untuk juara III diraih oleh Zainal Abidin dari Desa Watuagung Bungah dengan bandeng yang telah dipelihara 10 tahun dengan berat 8 kg.
Tak hanya lomba, kontes semakin seru dengan sesi live cooking bersama King Abdi, finalis MasterChef Indonesia, yang mengolah bandeng menjadi hidangan lezat. Ribuan porsi bandeng gratis juga disediakan bagi pengunjung, menambah kemeriahan acara.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Bagi warga seperti Sagita, Kontes Bandeng Kawak adalah bagian dari identitas Gresik. “Sejak kecil saya selalu menunggu kontes ini. Tahun ini lebih seru karena ada demo masak dari chef terkenal!” ujarnya antusias.
Dengan luas tambak mencapai 17 ribu hektare dan produksi tahunan 49 ribu ton, Gresik terus membuktikan diri sebagai pusat bandeng unggulan Indonesia. Lewat ajang ini, bukan hanya tradisi yang terjaga, tetapi juga ekonomi perikanan yang makin kuat. (red)
Editor : prass prasetyo