MERAHPUTIH I SURABAYA – Menjelang mudik Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan pemudik dengan memberangkatkan 143 kendaraan roda dua milik masyarakat ke kampung halaman masing-masing. Program pengangkutan motor ini resmi dilepas dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Jumat (28/3/2025).
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
Sebanyak delapan truk disiapkan untuk mengangkut motor pemudik ke berbagai tujuan di Jawa Timur, termasuk Ponorogo, Banyuwangi, Trenggalek, Madiun, Tulungagung, dan Jember. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Mudik Gratis yang digelar Dishub Jatim setiap tahunnya, bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik agar tidak perlu menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Joko Irianto, menegaskan bahwa program ini hadir sebagai bentuk kepedulian Pemprov Jatim dalam mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi akibat penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jauh saat mudik.
"Mudik seharusnya menjadi momen bahagia, bukan malah membahayakan nyawa. Motor tidak dirancang untuk perjalanan jauh, dan rawan kecelakaan karena harus berbagi jalan dengan kendaraan besar. Kami ingin masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman dengan menggunakan transportasi publik," ujar Joko saat melepas pemberangkatan truk pengangkut motor di Kantor Dishub Jatim.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi beban jalan raya yang selalu dipadati kendaraan pribadi selama arus mudik. Dengan berkurangnya jumlah sepeda motor yang melaju di jalur utama, risiko kecelakaan lalu lintas pun bisa ditekan.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Tak hanya saat arus mudik, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan layanan serupa untuk arus balik yang diperkirakan terjadi pada 6 April 2025. Motor-motor yang telah diangkut ke kampung halaman nantinya akan dibawa kembali ke Surabaya menggunakan truk yang sama, sehingga pemudik bisa kembali ke kota asalnya dengan lebih aman tanpa harus menempuh perjalanan jauh dengan motor.
"Sistemnya sama, motor yang diantar ke daerah tujuan bisa kembali ke Surabaya setelah libur Lebaran berakhir. Masyarakat tinggal mengambilnya kembali di Kantor Dishub Jatim," jelas Joko.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Jatim, Farid Susanto, mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu mengandalkan motor saat beraktivitas selama masa Lebaran, terutama untuk keperluan kunjungan keluarga atau "unjung-unjung" dalam jarak jauh.
"Kami sudah memfasilitasi perjalanan jauh dengan mengangkut motor mereka agar lebih aman. Tapi selama di daerah tujuan, pemudik juga harus bijak menggunakan motor. Pergerakan massa yang terlalu masif di lalu lintas lokal tetap berisiko, jadi kami imbau masyarakat untuk tetap berhati-hati," katanya.
Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat
Dengan adanya program ini, Pemprov Jatim berharap angka kecelakaan lalu lintas selama mudik bisa ditekan secara signifikan. Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan layanan ini sebaik mungkin agar perjalanan mudik tetap lancar, aman, dan selamat sampai tujuan. (red)
Editor : prass prasetyo