Tanah Longsor di Jalur Cangar, Tim SAR Surabaya Kerahkan Personel untuk Evakuasi

harianmerahputih.id
Bencana tanah longsor terjadi di Jalur Cangar, tepatnya di Jalan Sumber Brantas-Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (3/4)

MERAHPUTIH I MOJOKERTO – Sebuah bencana tanah longsor terjadi di Jalur Cangar, tepatnya di Jalan Sumber Brantas-Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (3/4) pukul 11.27 WIB. Peristiwa ini menyebabkan tertutupnya akses jalan dan menimpa dua kendaraan roda empat yang sedang melintas di lokasi kejadian.

Kantor SAR Surabaya bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian ini. Humas Kantor SAR Surabaya, Novita, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya segera mengerahkan dua tim penyelamat (rescue team) dari Unit Siaga SAR Malang dan Kantor SAR Surabaya untuk melakukan evakuasi.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

"Mendapat laporan terkait adanya longsor di Cangar, Kantor SAR Surabaya mengerahkan dua tim rescue dari Unit Siaga SAR Malang dan Kantor SAR Surabaya," ujar Novita, Kamis (3/4).

Ia menambahkan, tim dari Unit Siaga SAR Malang telah bergerak lebih dahulu menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen awal dan tindakan darurat. Sementara itu, tim dari Kantor SAR Surabaya tengah mempersiapkan peralatan tambahan guna mendukung proses evakuasi di lapangan.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, material longsor yang terdiri dari tanah, batu, dan pepohonan tumbang menutup badan jalan serta berdampak langsung pada dua kendaraan roda empat yang kebetulan melintas saat kejadian. Namun, hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban masih dalam tahap pendataan.

"Untuk jumlah korban akan kami update pada kesempatan berikutnya," tambah Novita.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, dalam laporan tertulisnya mengungkapkan bahwa bencana ini tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga menyulitkan proses mobilitas kendaraan yang melewati jalur tersebut.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

"Selain menutup jalan, tanah longsor juga berdampak pada dua mobil yang tertimbun material longsor. Saat ini, upaya evakuasi masih terus dilakukan," kata Gatot.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan, yang terdiri dari BPBD, Basarnas, dan relawan setempat, terus berjibaku di lokasi kejadian. Dengan kondisi cuaca yang cukup berisiko, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk menghindari potensi longsor susulan.

"Kami masih dalam proses evakuasi dan terus melakukan pencarian guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal di lokasi," ujar Satriyo.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan menggunakan peralatan berat seperti ekskavator serta alat pemotong kayu untuk menyingkirkan material longsor yang menghambat akses jalan. Selain itu, tim medis juga disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama bagi korban yang mungkin mengalami luka-luka akibat insiden ini.

Hingga saat ini, jalur Cangar masih ditutup sementara untuk memudahkan proses evakuasi dan pembersihan. Masyarakat yang hendak melintas diharapkan mencari jalur alternatif dan tetap waspada terhadap potensi bencana serupa, mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah daerah dan pihak terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi daerah rawan longsor, terutama di jalur pegunungan seperti Cangar. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan perlunya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam di daerah dengan kontur tanah yang rentan terhadap pergerakan. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru