Gubernur Jatim Khofifah Minta Obyek Wisata Tahura Mojokerto Ditutup Sementara

harianmerahputih.id
Duka mendalam menyelimuti Jawa Timur setelah bencana tanah longsor melanda Jalur Pacet-Cangar, Mojokerto, pada Kamis (3/4)

MERAHPUTIH I BANYUWANGI - Duka mendalam menyelimuti Jawa Timur setelah bencana tanah longsor melanda Jalur Pacet-Cangar, Mojokerto, pada Kamis (3/4) sekitar pukul 11:15 WIB. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarganya.

"Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Saya, atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," ujar Khofifah saat berada di Banyuwangi, Jumat (4/4).

Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami

Gubernur Khofifah juga tak lupa mendoakan para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga almarhum dan almarhumah diterima segala amal baiknya. Mari kita panjatkan doa bersama untuk mereka,” imbuhnya.

Dalam upaya penyelamatan, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, serta relawan terus berjibaku di lokasi kejadian. Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Jawa Timur dan Basarnas Surabaya, hingga saat ini sebanyak 10 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka terdiri dari tujuh penumpang mobil Toyota Innova dan tiga penumpang mobil pick-up.

Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat

“Operasi pencarian korban longsor secara resmi telah dihentikan. Seluruh korban berhasil dievakuasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras dalam proses pencarian dan evakuasi,” tutur Khofifah.

Sebagai langkah mitigasi untuk mencegah risiko lebih besar, Pemprov Jawa Timur melalui UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo mengambil tindakan tegas. Sejumlah objek wisata di sekitar lokasi bencana, seperti Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Petung Sewu, resmi ditutup sementara mulai 3 April 2025 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Baca juga: Banjir Bandang Sumut Makin Memakan Korban, Operasi SAR Digenjot Hingga 24 Jam

“Penutupan ini sebagai langkah preventif untuk menghindari potensi bencana susulan. Kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di wilayah ini masih menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.

Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah rawan longsor. “Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar. Jika ada indikasi bahaya, segera laporkan kepada pihak berwenang,” pungkasnya. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru