MERAHPUTIH I SIDOARJO - Suasana haru menyelimuti kediaman H. Wahyudi (71) di Desa Kloposepuluh, Kabupaten Sidoarjo. Rumah itu kini bukan lagi tempat menyambut tamu Lebaran, melainkan menjadi rumah duka setelah tragedi longsor di kawasan Cangar, Mojokerto, merenggut nyawa sang pemilik beserta enam anggota keluarganya.
Sabtu (5/4/2025), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang langsung untuk menyampaikan belasungkawa. Ia menundukkan kepala, menyampaikan doa, dan memeluk erat keluarga yang ditinggalkan. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami berduka cita yang sangat mendalam. Semoga seluruh korban diterima amal ibadahnya dan husnul khotimah,” ucap Khofifah lirih.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
Perjalanan keluarga H. Wahyudi pada hari itu seharusnya menjadi bagian dari tradisi indah silaturahmi Lebaran. Mereka dalam perjalanan menuju rumah besan, menaiki mobil Inova yang membawa harapan dan kebahagiaan. Namun takdir berkata lain, longsor di jalur Cangar menutup lembar cerita keluarga ini secara tragis.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Tak hanya H. Wahyudi sekeluarga, peristiwa nahas itu juga menelan korban dari kendaraan lain, termasuk tiga orang yang berada di dalam mobil pick-up. Total, sepuluh jiwa melayang dalam peristiwa yang menyisakan duka mendalam bagi Jawa Timur.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan. Doa kami terus mengalir untuk mereka,” tutur Khofifah sembari menahan haru.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Bencana longsor ini menjadi pengingat bahwa keselamatan saat musim hujan harus menjadi prioritas bersama. Sementara itu, di Kloposepuluh, tangisan duka masih menggema—menjadi saksi bahwa lebaran tahun ini tak lagi sama. (red)
Editor : prass prasetyo