MERAHPUTIH I SURABAYA - Suasana pagi di Lapangan Parkir Timur Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (6/4/2025), tampak lebih ramai dari biasanya. Belasan bus berjajar rapi, sementara ratusan orang, sebagian membawa koper dan kardus, tampak saling berpamitan. Tangis haru dan senyum penuh semangat mewarnai momen itu. Hari itu, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi memberangkatkan 600 peserta program “Balik Kerja Bareng BPKH 2025” menuju Jabodetabek.
Program ini bukan sekadar perjalanan arus balik. Bagi para perantau yang baru saja menikmati hangatnya pelukan kampung halaman, ini adalah titik awal untuk kembali menjemput asa di tanah perantauan.
Baca juga: Lebaran Jadi Waktu Rehat, Dedi Kusnandar Pulang Kampung ke Jatinangor
Pelepasan dilakukan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli, bersama Anggota Badan Pelaksana BPKH, Indra Gunawan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih dari Ibu Gubernur Jawa Timur kepada BPKH atas program luar biasa ini. Harapan kami, program ini bisa terus istiqomah dilaksanakan, agar masyarakat merasakan nikmatnya mudik dan balik kerja dengan aman dan nyaman,” ucap Jazuli dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama, Indra Gunawan menyebutkan, “Balik Kerja Bareng BPKH” adalah bagian dari pemanfaatan Dana Abadi Umat untuk kegiatan kemaslahatan, yang kali ini diwujudkan melalui penyediaan transportasi gratis bagi perantau yang hendak kembali bekerja usai merayakan Idul Fitri.
“Program ini lahir dari kepekaan. Kami tahu, setelah lebaran, banyak perantau yang dompetnya mulai menipis. Dengan bus gratis, kami harap mereka bisa kembali bekerja dengan semangat baru tanpa harus terbebani ongkos perjalanan,” jelas Indra.
Sebanyak 15 bus premium diberangkatkan dari Surabaya menuju empat titik tujuan utama: Terminal Baranangsiang di Bogor, Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur, Terminal Poris di Tangerang, dan Terminal Pulo Gebang di Bekasi.
Setiap peserta mendapat fasilitas lengkap mulai dari kaos, snack, hingga makan besar selama perjalanan. Yang menarik, pendaftaran peserta dilakukan secara ketat dan selektif. "Kami pastikan peserta benar-benar punya pekerjaan atau usaha di kota tujuan. Ini bukan jalur urbanisasi," tegas Indra.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang menembus angka 1.000 orang, padahal kuota hanya sekitar 600. “Ini bukti bahwa program ini memang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Program ini juga menjadi penutup rangkaian kegiatan kemaslahatan BPKH selama Ramadan. Sebelumnya, BPKH telah menyalurkan mushaf Al-Qur’an, paket buka puasa, hingga bingkisan Lebaran kepada masyarakat kurang mampu. Di Surabaya, pelaksanaan program ini turut menggandeng Yayasan LAZ Ummul Quro sebagai mitra pelaksana.
Baca juga: PKS Jatim Dirikan Posko Mudik di Bungurasih, Sediakan Layanan Pijat hingga Bantuan Transportasi
B Cahyono S (36), salah satu rombongan peserta, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Paling tidak saya harus keluar Rp1.400.000 sampai Rp 1.500.000 buat tiket bus satu keluarga. Tapi sekarang bisa gratis. Lumayan buat tambahan uang belanja di Jakarta. Terima kasih BPKH,” ujarnya.
Tak hanya di Surabaya, pelepasan peserta “Balik Kerja Bareng BPKH 2025” juga dilangsungkan serentak di empat kota lainnya: Solo, Yogyakarta, Garut, dan Lampung. Dari seluruh penjuru tanah air, ratusan perantau kembali bergerak. Bukan hanya membawa koper dan tas ransel, tapi juga membawa semangat baru dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
“Selamat jalan, selamat sampai tujuan. Hati-hati ya, Pak Sopir!” seru salah satu panitia—sebuah salam sederhana yang mengiringi langkah mereka menuju perjalanan panjang penuh harapan. (dpr)
Editor : prass prasetyo