Persija Usung Dendam Menjadi Semangat Jelang Hadapi Persebaya

harianmerahputih.id
Kekalahan menyakitkan dari Madura United pada Sabtu (6/4/2025) lalu seakan menjadi cambuk keras bagi Persija Jakarta

MERAHPUTIH I SURABAYA - Sore kelabu menyelimuti wajah-wajah kecewa dari bangku pemain, ofisial, hingga pendukung setia yang enggan beranjak dari tribun. Kekalahan menyakitkan dari Madura United pada Sabtu (6/4/2025) lalu seakan menjadi cambuk keras bagi Persija Jakarta, klub besar yang tengah mengejar mimpi empat besar Liga 1 2024/2025.

Kecewa. Frustasi. Penyesalan. Tiga kata yang tak bisa dibantah sedang melingkupi ruang ganti Macan Kemayoran usai laga tersebut. Namun di balik itu, pelatih Carlos Pena menolak untuk larut terlalu dalam. Ia paham betul, emosi negatif seperti itu bisa menjadi bara—asal diarahkan ke jalur yang tepat.

Baca juga: PERSIB Hadapi Tembok Tinggi Madura United di Pamelingan, Hodak Minta Tim Bangkit Usai Kekalahan di Singapura

“Kami harus mengonversi kekecewaan ini menjadi bahan bakar. Energi. Sesuatu yang bisa mendorong kami tampil lebih kuat melawan Persebaya,” ucap Carlos Pena dengan nada serius namun penuh keyakinan.

Ya, duel kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan pada Sabtu, 12 April 2025, pukul 19.00 WIB di markas sendiri, akan menjadi panggung penebusan. Bukan hanya soal tiga poin, tapi tentang harga diri dan janji tak tertulis kepada ribuan Jakmania yang selalu setia mendukung.

Carlos menyadari betapa pentingnya laga nanti. Ia bahkan menyebut pertandingan tersebut sebagai "kesempatan bagus" yang tidak boleh disia-siakan, apalagi kali ini suporter diizinkan kembali memadati stadion.

“Akhirnya kami bisa bermain di depan suporter. Itu akan memberi kekuatan lebih. Kami harus mengakhiri pertandingan nanti dengan senyum kemenangan,” tegasnya.

Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”

Namun, bukan hanya atmosfer dan dukungan yang menjadi motivasi. Persija kini tengah berada di posisi keempat klasemen dengan 43 poin, hasil dari 12 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan delapan kekalahan. Posisi yang sangat rentan, karena Malut United menguntit dengan jumlah poin yang sama dan hanya terpaut selisih gol.

Carlos tak mau anak asuhnya kembali terpeleset. Ia menegaskan, fokus dan mental bertanding harus dijaga setinggi mungkin di sisa musim ini.

“Target kami adalah finis di empat besar. Tapi itu tak akan terjadi jika kami tak memenangkan pertandingan demi pertandingan. Tidak ada ruang untuk kesalahan,” ujarnya tegas.

Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1

Persebaya bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Klub asal Kota Pahlawan itu kerap menjadi batu sandungan bagi Persija, terutama dalam pertandingan sarat gengsi dan sejarah. Namun justru di sinilah tantangan itu menjadi menarik. Menang atas Persebaya bukan hanya soal tiga poin, melainkan kemenangan atas bayang-bayang keraguan yang menyelimuti tim belakangan ini.

Persija sedang berada di persimpangan: tetap terpuruk dalam bayang kegagalan, atau bangkit dan menyalakan bara semangat yang nyaris padam. Sabtu nanti, jawabannya akan terlihat di lapangan. Dan jika kata-kata Carlos Pena benar adanya, maka Macan Kemayoran siap mengaum lebih keras dari sebelumnya. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru