MERAHPUTIH I SAMARINDA – Jumat malam di Stadion Segiri seharusnya menjadi momen manis bagi PERSIB Bandung. Tim kebanggaan Bobotoh itu sempat mencium aroma kemenangan setelah membalikkan ketertinggalan dan unggul 2-1 atas tuan rumah Borneo FC. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata itu akhirnya buyar, hanya tersisa satu poin setelah Manuel Peralta mencetak gol keduanya di menit ke-86 dan memaksa laga berakhir imbang 2-2.
Di tengah kekecewaan karena kemenangan yang terlepas, satu nama mencuri perhatian: Tyronne del Pino. Gelandang asal Spanyol itu tampil cemerlang dan nyaris membawa PERSIB pulang dengan kepala tegak berkat brace-nya di menit ke-44 dan 51.
Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”
"Kami bermain dengan semangat dan daya juang tinggi. Ini pertandingan yang intens dan kami menunjukkan bahwa kami adalah tim yang kompetitif. Kami ingin menang," ujar Tyronne dalam sesi konferensi pers seusai laga.
PERSIB sebenarnya memulai laga dengan kurang meyakinkan. Tekanan Borneo FC yang bermain di hadapan ribuan pendukungnya berbuah hasil ketika Manuel Peralta membuka skor di menit ke-28. Namun, karakter kuat tim asuhan Bojan Hodak mulai terlihat menjelang babak pertama berakhir. Umpan silang dari sisi kanan berhasil dimanfaatkan Tyronne menjadi gol penyama kedudukan. Dan tak butuh waktu lama di babak kedua, pemain bernomor punggung 10 itu kembali mengoyak jala lawan lewat penyelesaian yang tenang dan klinis.
Namun, keunggulan tersebut tak bisa dipertahankan hingga peluit akhir berbunyi. Sebuah kelengahan di lini belakang dimanfaatkan Peralta yang mencetak gol keduanya di menit ke-86. Dua-duanya, dua gol Tyronne dan dua gol Peralta, menjadi penentu hasil akhir dalam duel yang penuh tensi itu.
Tyronne menilai, PERSIB seharusnya bisa mengunci kemenanangan lebih awal.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
"Kuncinya ada saat kami unggul 2-1. Kami gagal 'kill the game'. Kami punya peluang untuk mencetak gol ketiga dan menutup pertandingan, tapi kami tidak memanfaatkannya. Itu yang harus kami evaluasi," ujarnya, mengakui bahwa efektivitas menjadi salah satu titik lemah tim malam itu.
Meski begitu, gelandang kelahiran Las Palmas itu tetap menatap masa depan dengan kepala tegak. Menurutnya, satu poin di markas pemuncak klasemen sementara itu tetap harus disyukuri, apalagi dengan kondisi tim yang sedang tidak ideal.
"Kita datang ke sini dengan beberapa pemain absen, tapi kami tetap menunjukkan permainan yang solid. Jadi saya rasa ini hasil yang harus kita pandang secara positif. Kami masih dalam jalur yang tepat," pungkasnya.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Hasil imbang ini membuat PERSIB tertahan di papan atas klasemen Liga 1 2024/25, namun tetap menjaga asa untuk bersaing di jalur juara. Dengan performa seperti ini, dan jika Tyronne del Pino terus menyala, bukan tak mungkin Maung Bandung akan jadi kuda hitam yang menakutkan di sisa musim.
Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi dan karakter PERSIB. Namun jika ada satu hal yang bisa dipastikan dari laga di Segiri ini, itu adalah bahwa Tyronne del Pino telah menunjukkan dirinya sebagai nyawa baru di lini tengah Pangeran Biru. (red)
Editor : prass prasetyo