MERAHPUTIH I JAKARTA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Gedung Adhyatma, Jakarta, Minggu (13/4), membahas transformasi dua rumah sakit besar di Jatim menjadi pusat pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (Hospital Based).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menyampaikan kesiapan RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) bagi program spesialis bedah saraf dan radiologi.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Ini momentum untuk pembenahan tata kelola rumah sakit sekaligus penguatan ekosistem pendidikan kedokteran kita,” ujar Khofifah.
Model hospital based ini dinilai lebih efektif dalam mencetak dokter spesialis, terutama untuk memenuhi kebutuhan di daerah terpencil dan tertinggal. Proses ini pun sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan layanan kesehatan nasional.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Menkes Budi menyambut baik inisiatif Pemprov Jatim. Ia menegaskan dukungan penuh Kemenkes, seraya menyebut pentingnya standarisasi RSPPU berbasis Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME), afirmasi untuk daerah 3T, serta tata kelola SDM dan keuangan yang transparan.
“Ini momentum untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis kita,” tegas Menkes Budi.
Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus
RSPPU Radiologi di RSSA dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2025, sementara program Bedah Saraf di RSUD Dr. Soetomo akan dimulai September 2025. (red)
Editor : prass prasetyo