MERAHPUTIH I BANDUNG - Setelah lima tahun perjalanan penuh warna bersama Bali United FC, pelatih kepala Stefano Cugurra akhirnya memutuskan untuk menutup babak pengabdiannya di penghujung Liga 1 musim 2024/25. Pernyataan mengejutkan itu ia sampaikan secara terbuka usai timnya takluk dari Persib Bandung dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (18/4) malam.
"Musim ini akan jadi musim terakhir saya di Bali United," ujar Teco—sapaan akrabnya—dengan nada tenang namun sarat makna. “Saya mau kasih tahu buat suporter Bali United, saya pasti akan tanggung jawab dari awal saya datang tahun 2019, laga pertama lawan Blitar, sampai hari ini lawannya Persib,” lanjutnya.
Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar
Keputusan tersebut bukan tiba-tiba. Teco menyebut kontraknya memang akan habis saat kompetisi Liga 1 musim ini berakhir. Ia pun telah menjalin komunikasi intensif dengan manajemen klub untuk memastikan transisi yang mulus menuju era baru Bali United.
“Saya sudah bicara dengan manajemen Bali United. Saya sudah sangat berterima kasih kepada mereka. Tugas saya akan selesai ketika kompetisi ini selesai tahun ini,” katanya.
Di tengah kabar kepergiannya, pelatih asal Brasil itu menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan sisa lima laga dengan penuh tanggung jawab dan semangat juang. Bali United masih harus menghadapi PSM Makassar, PSIS Semarang, Persija Jakarta, Madura United, dan Persebaya Surabaya di fase akhir kompetisi.
“Saya pasti akan kasih yang terbaik di lima pertandingan terakhir ini. Setelah itu, kami sudah sepakat saya akan berhenti di Bali United,” ucapnya.
Lebih dari sekadar ucapan perpisahan, keputusan Teco diumumkan lebih awal sebagai bentuk penghormatan dan tanggung jawab profesional terhadap klub yang telah membesarkannya di sepak bola Indonesia. Ia tidak ingin kepergiannya justru membuat manajemen kesulitan mencari pengganti.
Baca juga: Thom Haye Puji Kekompakan Tim Usai PERSIB Tundukkan Dewa United
“Saya sengaja bicara sekarang, supaya manajemen punya waktu untuk memilih pelatih baru. Saya tidak mau tunggu sampai liga selesai, karena itu akan terlalu mendadak buat mereka,” imbuhnya.
Keputusan Teco menandai akhir dari era emas Bali United yang pernah meraih dua gelar juara Liga 1, yakni pada musim 2019 dan 2021/22, di bawah kendalinya. Ia tercatat sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta tersebut.
Namun musim ini, performa Bali United cukup fluktuatif. Kekalahan dari Persib membuat posisi mereka melorot ke peringkat ke-10 klasemen sementara dengan 41 poin dari 29 laga. Sebuah posisi yang jelas jauh dari ekspektasi tim sekelas Bali United, meski masih menyisakan peluang untuk menutup musim dengan hasil positif.
Baca juga: Persebaya Gagal Maksimalkan Keunggulan Pemain, Arema Pulang dengan Satu Poin dari GBT
Meski perpisahan itu pahit, Teco tetap ingin meninggalkan jejak terbaik di penghujung masanya. Bagi pria berlisensi kepelatihan CBF Pro itu, kepercayaan dan dukungan fans Bali United selama lima tahun terakhir adalah hal yang tidak ternilai.
“Saya datang ke Bali bukan cuma untuk menang, tapi juga untuk membangun. Saya bahagia dengan semua yang sudah kami capai bersama,” tutupnya.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Bali United mengakhiri musim, dan siapa yang akan melanjutkan tongkat estafet dari pelatih legendaris ini. Yang pasti, nama Stefano "Teco" Cugurra akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Bali United—dan sepak bola Indonesia. (red)
Editor : prass prasetyo