MERAHPUTIH I JAKARTA – Di tengah ketatnya persaingan Liga 1 2024/2025, nama Rayhan Hannan mencuat sebagai sosok muda yang mencuri perhatian. Gelandang berusia 21 tahun milik Persija Jakarta ini tampil penuh determinasi dan mulai menjelma menjadi motor penting di lini tengah Macan Kemayoran.
Performa impresif Hannan musim ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia mencatatkan lima gol dan dua assist—angka yang mencerminkan lompatan signifikan dalam kualitas permainannya. Gol perdana yang dicetak ke gawang PSIS Semarang pada 17 April 2025 seolah menjadi titik tolak kebangkitan Hannan. Sejak saat itu, insting menyerangnya semakin tajam, daya jelajahnya semakin luas, dan kepercayaan dirinya melesat.
Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”
Barito Putera, Persita Tangerang, PSBS Biak, dan Persebaya Surabaya menjadi korban ketajamannya berikutnya. Golnya ke gawang Persebaya pada 12 April lalu bahkan jadi buah bibir, tercipta dari momen magis: sebuah tembakan dari luar kotak penalti dalam posisi nyaris mustahil yang bersarang indah di pojok gawang.
Tak hanya mencetak gol, Hannan juga terlibat aktif dalam membangun serangan. Ia mengirimkan assist cermat kepada Gustavo Almeida kala menghadapi Dewa United (8 Februari 2025), serta memberikan umpan matang kepada Ryo Matsumura dalam laga kontra PSIS (5 Maret 2025).
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
Pelatih kepala Persija, Carlos Pena, menilai performa apik Hannan adalah buah dari etos kerja yang konsisten dan keinginan untuk terus belajar. Pena menyebut Hannan sebagai "produk terbaik" dari program latihan individu yang diterapkan klub.
“Hannan adalah teladan dari bagaimana kerja ekstra membuahkan hasil. Dia selalu menyempatkan diri untuk latihan tambahan setelah sesi reguler. Latihan menembak, membaca permainan, semua ia lakukan dengan konsisten,” ujar Pena.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Sang pelatih juga menyebut bahwa mentalitas Hannan adalah kunci yang membedakannya dari pemain muda lainnya. “Dia berkembang di setiap aspek. Jika terus menjaga sikap dan keinginannya untuk belajar, saya percaya dia akan menjadi pemain yang luar biasa,” kata pelatih asal Spanyol itu.
Dalam atmosfer Liga 1 yang penuh tekanan dan tuntutan, Rayhan Hannan tumbuh sebagai potret pemain muda yang tidak sekadar mengandalkan bakat, tapi juga kerja keras dan disiplin. Di tengah lautan talenta, ia menjelma menjadi permata yang terus diasah—dan sejauh ini, kilaunya kian terang.(red)
Editor : Redaksi