MERAHPUTIH I SURABAYA — Setelah tiga dekade lebih menjalin kerja sama di bidang layanan pendengaran, Pemerintah Australia Barat secara resmi menyerahkan proyek kemanusiaan HearingAid East Java (HAEJ) kepada masyarakat Jawa Timur. Seremoni perpisahan digelar dalam audiensi bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di ruang kerjanya, Kamis (24/4).
Penyerahan proyek yang telah berjalan sejak 1990 ini menandai babak baru kemandirian layanan pendengaran di Jatim. Konsul Jenderal Australia untuk Surabaya Glen Askew hadir langsung dalam kesempatan tersebut bersama jajaran tim HAEJ, termasuk Presiden HAEJ Trisha Henderson, putri dari pendiri proyek mendiang Patricia O’Sullivan.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
"HAEJ bukan hanya kerja sama internasional, melainkan warisan kemanusiaan yang telah menyentuh ribuan anak dengan gangguan pendengaran. Kami berkomitmen melanjutkan tongkat estafet ini," ujar Emil Dardak.
Sebagai simbol penyerahan, tim HAEJ menyerahkan sebuah buku sejarah yang merekam perjalanan proyek selama 35 tahun. Inisiatif ini bermula dari kunjungan pribadi Patricia O’Sullivan ke SLB Tuna Rungu Karya Mulia di Surabaya. Pertemuannya dengan pendiri sekolah, Ibu Sri dan Prof. Harjono, menjadi titik awal terbentuknya jaringan kolaborasi lintas negara ini.
Proyek HAEJ berkembang dari bantuan sederhana, seperti perpustakaan mainan dan pelatihan audiologi dasar, hingga penyediaan alat tes pendengaran, beasiswa studi audiologi di Australia, dan pelatihan tenaga medis.
Beberapa capaian penting termasuk perbaikan atap sekolah senilai 1 miliar rupiah pada 2010, pengadaan alat tes senilai Rp1,75 miliar, serta beasiswa penuh untuk studi Master of Clinical Audiology di University of Western Australia.
Pada 2012, tim HAEJ juga menyusun peta kebutuhan layanan pendengaran di Jatim dan melatih 11 tenaga medis dan pendidik. Mereka kini telah mengembangkan pusat layanan di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan.
Glen Askew menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim terhadap proyek ini. Ia berharap kerja sama antara Australia dan Jatim dapat terus berlanjut di bidang kemanusiaan lainnya.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Saya yakin proyek ini akan dikelola dengan baik ke depan. Kepedulian Anda terhadap masyarakat Jawa Timur sangat kami hargai," ujarnya.
Pemprov Jatim menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas layanan lokal melalui pelatihan berkelanjutan dan integrasi layanan pendengaran dalam sistem kesehatan daerah.
"Semangat kolaborasi yang telah terbangun ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menjadikan Jawa Timur pusat inovasi layanan pendengaran di masa depan," kata Emil.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Konsul Jenderal Australia Christine Bui, sejumlah anggota Board HAEJ, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait.(red)
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
Editor : Redaksi