MERAHPUTIH I SURABAYA — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, H.E. Jukka-Pekka Kaihilahti, di Surabaya, Selasa (29/4). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan bilateral, khususnya dalam sektor investasi, perdagangan, dan industri berkelanjutan.
Berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya, pertemuan kedua pihak menyoroti potensi besar Jawa Timur sebagai mitra ekonomi yang prospektif bagi Finlandia. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kerja sama di kawasan ekonomi khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“KEK JIIPE mencerminkan komitmen kami untuk menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan. Kami membuka peluang luas bagi Finlandia untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan ini,” ujar Emil Dardak.
JIIPE, yang kini menjadi salah satu simpul pertumbuhan industri nasional, menawarkan fasilitas pelabuhan laut, infrastruktur modern, serta dukungan kebijakan ramah investasi. Kawasan ini telah menarik sejumlah investor besar dan menjadi lokasi strategis pengolahan mineral, termasuk proyek smelter milik PT Freeport Indonesia.
Duta Besar Kaihilahti menyambut baik undangan tersebut. Ia menyebut sektor kehutanan, pertanian, energi terbarukan, hingga pengolahan mineral sebagai ruang kerja sama potensial antara Finlandia dan Jawa Timur.
“Kami melihat potensi besar dalam pengolahan hasil hutan dan teknologi kehutanan berkelanjutan. Finlandia siap menjajaki lebih lanjut kerja sama dalam pengembangan industri hijau,” kata Kaihilahti.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Ia juga menambahkan, sektor smart city, pendidikan, dan digitalisasi menjadi perhatian utama Finlandia dalam membangun kemitraan jangka panjang di Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menunjukkan, neraca perdagangan Jawa Timur dengan Finlandia mencatat surplus pada 2024 sebesar 11,91 juta dollar AS. Ekspor utama Jatim meliputi tembaga, kertas, dan produk karet, sementara impor dari Finlandia antara lain mesin mekanik, pulp, dan produk farmasi.
Adapun dari sisi investasi, Finlandia tercatat berada di urutan ke-56 negara investor di Jawa Timur, dengan nilai total investasi mencapai 250 ribu dollar AS, mencakup tiga perusahaan di sektor kimia, farmasi, dan perdagangan.
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
Sebagai tindak lanjut konkret, perwakilan delegasi bisnis dari Finlandia dijadwalkan mengunjungi kawasan JIIPE pada Rabu (30/4), termasuk site proyek yang melibatkan teknologi dari perusahaan Finlandia seperti Konecranes, Wärtsilä, dan Metso.
“Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan yang telah ada dan mengeksplorasi potensi kolaborasi baru di masa depan,” ujar Kaihilahti.
Wagub Emil berharap pertemuan ini menjadi langkah awal yang produktif untuk kerja sama bilateral yang lebih mendalam. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti diskusi tersebut dalam pertemuan lanjutan di Kedutaan Besar Finlandia di Jakarta. (red)
Editor : Redaksi