MERAHPUTIH I SURABAYA — Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Jawa Timur memadati Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Kamis (1/5/2025). Aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) ini mendapat respons langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Khofifah, yang hadir sekitar pukul 16.00 WIB bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, naik ke atas panggung utama untuk menyapa massa buruh.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Kehadirannya disambut dengan nyanyian "Indonesia Pusaka" dari ribuan buruh yang memadati halaman kantor gubernur. Suasana semakin menghangat ketika para buruh meneriakkan yel-yel “Gubernurnya para buruh” berulang kali.
Dalam orasinya, Khofifah menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan para buruh. Ia juga menandatangani 17 poin tuntutan yang telah dirumuskan berbagai elemen serikat pekerja di Jawa Timur. Poin-poin tersebut di antaranya menyangkut penghapusan sistem outsourcing, pembatalan UU Omnibus Law, serta permintaan untuk memperjuangkan buruh perempuan agar bebas dari pajak penghasilan.
"Kami akan memperjuangkan yang menjadi kewenangan kami di provinsi, seperti pelatihan ketenagakerjaan dan kuota siswa dari keluarga buruh. Anggarannya sudah tersedia," kata Khofifah dalam sambutannya.
Terkait tuntutan di tingkat pusat, Khofifah berjanji akan menyuarakan langsung ke pemerintah pusat, termasuk dorongan untuk merumuskan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru dan membentuk klaster ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada buruh.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Jazuli, mengapresiasi langkah Gubernur Khofifah yang dianggap terbuka dan responsif terhadap aspirasi buruh.
"Terima kasih Bu Khofifah dan Pak Emil telah menerima dan menandatangani 17 poin tuntutan kami. Ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada kaum buruh," ujar Jazuli, yang disambut gemuruh dukungan dari peserta aksi.
Jazuli juga mengungkapkan beberapa kebijakan yang dinilai berpihak kepada buruh, termasuk pengalokasian kuota 5 persen untuk anak-anak buruh masuk SMA/SMK negeri sejak 2019, serta rencana operasional Bus Trans Jatim di kawasan industri di seluruh kabupaten/kota.
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
Setelah menyampaikan sambutan, Khofifah mengajak para buruh berselawat bersama. Ia kemudian memotong tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan membagikan potongan tumpeng serta bunga kepada perwakilan buruh, terutama buruh perempuan.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib hingga sore hari, dengan massa buruh berasal dari berbagai organisasi, antara lain FSPMI, FSRP, SBSI, dan FSP Farkes.(dpr)
Editor : Redaksi