MERAHPUTIH I MALANG - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan dua strategi utama yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Strategi tersebut meliputi perbaikan data dan perluasan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Dalam Dialog Pilar-pilar Sosial se-Malang Raya yang digelar di Universitas Negeri Malang, Jumat (2/5/2025), Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial. Menurut dia, pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai basis data pengentasan kemiskinan.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Strategi pertama dari Presiden adalah perbaikan data. DTSEN menggantikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) agar bantuan sosial lebih tepat sasaran,” kata Gus Ipul.
Kementerian Sosial, lanjutnya, bertugas melakukan verifikasi dan pemutakhiran lapangan. Saat ini, masih terdapat sekitar tujuh juta penduduk yang belum tercatat secara aktif dalam sistem kependudukan nasional. “Kami sedang identifikasi, termasuk memastikan NIK mereka aktif dan valid,” ujarnya.
Strategi kedua adalah penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Pemerintah juga akan memberdayakan orang tua siswa serta memberikan bantuan perumahan bagi keluarga yang tinggal di tempat tidak layak huni.
“Anaknya sekolah dan tinggal di asrama, sementara orang tuanya kami berdayakan. Kalau rumahnya tidak layak, kami bantu agar jadi rumah sehat,” jelas Gus Ipul.
Program ini dirancang untuk menampung siswa dari jenjang SD hingga SMA dari kalangan prasejahtera, agar mereka mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas. Presiden Prabowo, kata Gus Ipul, memberi atensi besar terhadap keberhasilan program ini.
“Tata kelola sudah dirancang secara ketat agar tidak terjadi penyelewengan atau penyimpangan,” jelasnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Sekolah Rakyat ini masih terus kita matangkan. Di Jawa Timur juga sedang diupayakan oleh Ibu Gubernur,” imbuhnya.
Untuk menjamin mutu pendidikan, para pendidik di Sekolah Rakyat akan melalui proses seleksi yang ketat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan program ini akan menggandeng perguruan tinggi dalam pengembangannya.
“Sudah ada lebih dari 500 kepala sekolah yang memenuhi syarat. Untuk guru, proses perekrutan sedang berjalan dan diharapkan selesai bulan depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa program bantuan sosial tidak terdampak oleh efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus
“Tidak ada pengurangan untuk bansos. Arahan Presiden bahkan memungkinkan penambahan jika diperlukan,” tegasnya.
Dengan dua strategi tersebut, pemerintah menargetkan penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem dalam waktu dekat. Data yang akurat dan intervensi berbasis pendidikan diharapkan menjadi kunci penyelesaian masalah secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, acara Dialog Pilar-pilar Sosial se-Malang Raya juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, serta Rektor Universitas Negeri Malang Prof. Hariyono.(dpr)
Editor : Redaksi