MERAHPUTIH I BANDUNG – Pertandingan pekan ke-33 Liga 1 2024/2025 antara Persik Kediri dan Persebaya Surabaya, yang digelar di Stadion Brawijaya, Senin (5/5/2025), bukan hanya menjadi laga penting bagi dua tim asal Jawa Timur tersebut. Duel ini berpotensi menjadi penentu gelar juara Liga 1 musim ini, khususnya bagi pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung.
Jika Persebaya gagal meraih kemenangan atas Persik, maka Persib dipastikan menjadi juara Liga 1 2024/2025—terlepas dari hasil laga terakhir mereka menghadapi PS Barito Putera pada Jumat (9/5) mendatang. Saat ini, Persib unggul dengan selisih poin yang sulit dikejar jika Persebaya terpeleset di Kediri.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyikapi situasi ini dengan tenang. Ia menyatakan bahwa fokus utama tetap tertuju pada laga timnya sendiri, tetapi tak menampik bahwa hasil pertandingan di Kediri akan sangat berpengaruh terhadap peluang Persib meraih gelar juara.
“Saya pikir pertandingan nanti akan sangat berat untuk Persebaya karena Persik juga sedang berjuang. Mereka masih berada dalam ancaman degradasi, jadi tentu akan tampil mati-matian,” ujar Hodak dalam keterangan kepada media.
Persik Kediri sendiri berada dalam kondisi yang tak ideal menjelang laga kontra Persebaya. Tim berjuluk "Macan Putih" belum meraih kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir di kompetisi domestik. Kondisi ini membuat posisi mereka di papan bawah kian rawan, dan hasil buruk lain bisa makin mendekatkan mereka ke zona degradasi.
Pelatih Persik, Divaldo Alves, mengakui tekanan yang dihadapi anak asuhnya. Namun, ia menegaskan bahwa motivasi tim tetap tinggi untuk mengakhiri tren negatif dan menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Bagi kami, ini lebih dari sekadar pertandingan biasa. Kami ingin membuktikan bahwa Persik belum habis. Setiap poin sangat berarti sekarang,” ungkap Divaldo dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Menariknya, meski laga ini sangat penting bagi Persib, pelatih Bojan Hodak mengaku enggan menonton langsung pertandingan Persik vs Persebaya. Ia beralasan, secara pribadi, ada semacam "takhayul" yang ia pegang terkait hasil pertandingan yang lebih menguntungkan jika dirinya tidak menyaksikan langsung laga tim rival.
“Beberapa pemain kami akan menonton pertandingan itu. Tapi saya tidak. Saya tidak pernah menonton pertandingan seperti itu, karena biasanya jika saya tidak menonton, hasilnya lebih baik untuk kami. Ya, ini memang takhayul,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski demikian, Hodak menyatakan tetap memberikan dukungan moril kepada Persik Kediri yang disebutnya sedang menghadapi situasi berat. Ia berharap laga nanti berlangsung fair dan Persik mampu memberikan performa terbaik demi menjaga kans bertahan di Liga 1.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Terlepas dari hasil laga di Kediri, Hodak menegaskan bahwa Persib tetap fokus menyiapkan diri untuk pertandingan terakhir mereka kontra PS Barito Putera. Duel yang dijadwalkan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api itu akan menjadi penentuan akhir bagi Maung Bandung, andai Persebaya menang atas Persik.
“Kami tidak ingin tergantung pada hasil pertandingan lain. Yang terpenting adalah kami menyelesaikan musim ini dengan cara kami sendiri, dan meraih tiga poin di kandang,” ujar Hodak.
Persib Bandung terakhir kali menjuarai kasta tertinggi sepak bola nasional pada musim 2014. Jika skenario berpihak, musim ini bisa menjadi momen emas yang mengakhiri penantian selama satu dekade. (red)
Editor : Redaksi