Gubernur Jateng Apresiasi Kolaborasi Pemkab Pati dengan TNI-Polri dalam Dorong Swasembada Pangan

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memberikan arahan dalam acara penandatanganan dukungan TNI-Polri terhadap kebijakan peningkatan kesejahteraan petani, di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (8/5/2025).

MERAHPUTIH I PATI — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Pati yang menjalin kolaborasi dengan TNI dan Polri untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan. Menurutnya, sinergi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah.

“Saya sebagai Gubernur mengapresiasi Bupati Pati yang telah melakukan kegiatan ini. Nantinya perlu dicontoh oleh kabupaten lain agar swasembada pangan di Jawa Tengah bisa terjamin,” ujar Luthfi saat memberikan arahan dalam acara penandatanganan dukungan TNI-Polri terhadap kebijakan peningkatan kesejahteraan petani, di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (8/5/2025).

Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari 401 desa dan kelurahan se-Kabupaten Pati. Sejumlah pejabat dari unsur kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah turut hadir, termasuk Wakapolresta Pati dan Komandan Kodim 0718/Pati.

Luthfi menegaskan, keterlibatan TNI dan Polri dalam program ini bukan sekadar simbolis. Peran aktif di lapangan, seperti pemetaan wilayah rawan kekeringan, pemanfaatan saluran irigasi, hingga pendampingan saat panen, menjadi kunci keberhasilan.

“Pemda tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan konkret dari seluruh unsur, termasuk TNI-Polri,” kata dia.

Ia juga menyoroti peran Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung padi nasional. Dengan luas tanam mencapai 1,5 juta hektare dan hasil panen 8,8 juta ton pada 2024, provinsi ini menyumbang sekitar 16,5 persen kebutuhan padi nasional.

Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik

“Langkah Pemkab Pati ini sudah tepat. Setelah swasembada tercapai, yang perlu dikejar adalah peningkatan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Bupati Pati, Sudewo, dalam kesempatan yang sama menjelaskan, pihaknya menggagas program peningkatan produktivitas bertajuk “10 Ton Bisa”, dengan target produksi padi hingga 10 ton per hektare. Program ini didukung penuh oleh seluruh kepala desa dan lurah di wilayahnya.

“Saat ini produktivitas rata-rata mencapai 6,5 ton per hektare. Targetnya bisa ditingkatkan menjadi 10 ton. Ini bukan angan-angan, karena sudah ada contoh di lapangan,” kata Sudewo.

Baca juga: Pemprov Jateng Kerahkan Bantuan Cepat untuk Korban Longsor Banjarnegara

Pada 2024, produksi padi di Kabupaten Pati mencapai 350 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi hanya 150 ribu ton. Artinya, daerah ini telah mencatat surplus sebesar 200 ribu ton dan dinilai telah mencapai swasembada beras.

“Kami ingin melangkah lebih jauh. Selain padi, kami juga tengah menyiapkan komoditas unggulan lain agar kesejahteraan petani meningkat secara menyeluruh,” ujarnya. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru